BUPATI ENDAH LEPAS 80 ASN GUNUNGKIDUL, TEGASKAN BUDAYA BARU MENGHARGAI PENSIUNAN

Gunungkidul TV – Di sebuah pagi yang teduh di jantung Kota Wonosari, suasana berbeda terasa di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah.

Bukan agenda rapat penuh ketegangan, bukan pula sidang pembahasan anggaran. Hari ini, Rabu (4/3/2026) menjadi momen haru sekaligus penuh kebanggaan bagi 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang resmi menapaki gerbang purna tugas.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar pembekalan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Pensiun bagi ASN periode April dan Mei 2026. Prosesi berlangsung khidmat, namun hangat sebuah perayaan kecil untuk perjalanan panjang pengabdian.

Mengantar dengan Hormat, Melepas dengan Martabat

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung menyampaikan sambutan yang sarat makna. Ia menegaskan pentingnya membangun kultur baru dalam birokrasi: budaya menghargai. “Kita datang tampak muka, kita berpisah walaupun kita masih menjadi bagian dari keluarga besar itu juga tampak punggung. Ini adalah kultur kita,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, namun dalam maknanya. Sebuah filosofi tentang pertemuan dan perpisahan yang dilakukan dengan penuh penghormatan. Bupati bahkan menginstruksikan agar setiap ASN yang purna tugas maupun yang naik jabatan dapat bertemu langsung dengannya sebagai simbol penghargaan atas dedikasi dan tanggung jawab yang telah ditunaikan.

Air dan Api Penggerak Pemerintahan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Endah secara khusus memberikan apresiasi kepada dua pejabat eselon II yang memasuki masa pensiun: Sujarwo dan Irawan Jatmiko. Ia mengibaratkan keduanya sebagai “air dan api” dalam roda pemerintahan dua elemen berbeda namun sama-sama penting.

Irawan Jatmiko diapresiasi atas ketegasannya menegakkan aturan. Di bawah kepemimpinannya, kawasan Alun-alun Wonosari, taman kuliner, hingga Pasar Besole menjadi lebih tertata dan hidup. Ketertiban yang dulu diperjuangkan kini menjadi wajah baru ruang publik Gunungkidul.

Sementara Sujarwo dikenal dengan pendekatan humanisnya, terutama dalam merangkul para lurah. Ia menjadi jembatan komunikasi yang menjaga harmoni antara pemerintah kabupaten dan pemerintahan kalurahan. Dua karakter berbeda, satu tujuan: pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Purna Tugas, Bukan Akhir Perjalanan

Kepala BKPPD Gunungkidul, Iskandar, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 80 ASN yang memasuki masa pensiun, komposisinya mencerminkan kekuatan birokrasi yang lengkap.

Terdiri dari:

  • 2 Pejabat Pimpinan Tinggi (Eselon II)
  • 4 Pejabat Administrator (Eselon III)
  • 7 Pejabat Pengawas (Eselon IV)
  • 52 Pejabat Fungsional Tertentu dari Dinas Pendidikan dan Kesehatan
  • Serta 15 Pejabat Fungsional Umum yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.

Sebuah spektrum pengabdian yang luas dari pengambil kebijakan hingga pelaksana teknis di lapangan. Iskandar menegaskan, SK pensiun bukanlah surat pemberhentian. Ia menyebutnya sebagai ijazah kelulusan tertinggi tanda bahwa seorang ASN berhasil menuntaskan amanah hingga garis akhir dengan catatan bersih dan sehat.

Ungkapan itu disambut senyum dan tepuk tangan. Sebab sejatinya, tidak semua perjalanan bisa sampai pada titik akhir dengan penuh kehormatan.

Merdeka Sejati, Tanpa Beban

Dalam pesan penutupnya, Bupati Endah mengajak para pensiunan untuk bersyukur. Ia menyebut masa pensiun sebagai “merdeka sejati”. Merdeka dari rutinitas administrasi. Merdeka dari tekanan jabatan. Merdeka untuk menikmati waktu bersama keluarga dan masyarakat. “Patut kita syukuri karena dengan kita bersyukur, nikmat kita akan ditambah,” pesannya.

Pesan itu terasa relevan. Pensiun bukan tentang berhenti berkarya, melainkan babak baru pengabdian dalam bentuk berbeda di keluarga, komunitas, dan ruang sosial lainnya.

Administrasi Tanpa Ribet, Hak Tetap Lancar

Untuk memastikan masa transisi berjalan mulus, Pemkab Gunungkidul bekerja sama dengan Bank BPD DIY Cabang Wonosari. Kerja sama ini memastikan hak pensiun dapat diterima tepat waktu tanpa proses administrasi berbelit.

Langkah ini menjadi wujud nyata bahwa penghargaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga hadir dalam pelayanan yang memudahkan.

Di Ruang Handayani hari ini, tak hanya SK yang dibagikan. Ada rasa bangga, haru, dan penghormatan yang mengalir. Delapan puluh pejuang birokrasi resmi menutup lembaran panjang pengabdian mereka.

Namun sebagaimana disampaikan Bupati, mereka tetap bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Karena pengabdian sejati tidak pernah benar-benar pensiun. (Red)

__Terbit pada
Maret 4, 2026
__Kategori
News