HERI NUGROHO TEGASKAN TAK MAJU LAGI, BURSA KETUA GOLKAR GUNUNGKIDUL MENGERUCUT DUA NAMA

Gunungkidul TV – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Gunungkidul mulai menemukan titik terang. Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho, memastikan diri tidak akan kembali maju sebagai calon ketua untuk periode 2025-2030. Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya satu fase kepemimpinan dan membuka babak baru dalam perjalanan partai berlambang pohon beringin tersebut di Bumi Handayani.

Pernyataan tegas itu disampaikan Heri pada Senin (5/1/2026). Ia menuturkan, keputusannya mundur bukan tanpa alasan. Amanah baru sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi pertimbangan utama. Bagi Heri, loyalitas dan kepatuhan terhadap garis komando partai adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. “Saya taat dan patuh terhadap perintah partai. Karena itu, saya pastikan tidak akan maju kembali sebagai Ketua DPD Golkar Gunungkidul,” ujar Heri dengan nada mantap.

Meski tak lagi masuk bursa pencalonan, Heri menegaskan dirinya tetap bertanggung jawab mengawal agenda penting partai, termasuk Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Gunungkidul. Ia memastikan Musda akan digelar pada Januari 2026, meski belum dapat memastikan tanggal pasti pelaksanaannya.

Menurut Heri, penentuan jadwal masih menunggu arahan dan petunjuk resmi dari DPD Golkar DIY. “Mudah-mudahan bulan ini bisa segera dilaksanakan. Kita masih menunggu petunjuk dan arahan dari DPD DIY,” imbuhnya.

Terkait molornya pelaksanaan Musda dibandingkan kabupaten/kota lain di DIY, Heri memilih tidak membeberkan secara rinci alasan di balik keterlambatan tersebut. Namun ia memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai mekanisme dan aturan partai.

Dengan kepastian Heri Nugroho tidak maju kembali, peta persaingan calon Ketua DPD Golkar Gunungkidul pun semakin mengerucut. Saat ini, setidaknya ada dua nama yang mencuat kuat dan menjadi perbincangan hangat di internal partai.

Nama pertama adalah Gunawan, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul. Ia disebut-sebut telah mengantongi dukungan mayoritas, yakni 14 Pengurus Kecamatan (PK) dari total PK se-Kabupaten Gunungkidul. Dukungan akar rumput ini menjadikan Gunawan sebagai kandidat dengan basis struktural yang solid. Sementara itu, nama Eri Agustin juga tak kalah kuat. Ia dikabarkan mendapat dukungan dari DPD Golkar DIY, sebuah modal politik penting yang berpotensi mempengaruhi arah Musda.

Menariknya, kontestasi kali ini bukan sekadar soal siapa yang akan memimpin, tetapi juga tentang arah baru Golkar Gunungkidul ke depan. Publik dan kader partai kini menanti, siapa sosok yang akan dipercaya membawa Golkar semakin solid, adaptif, dan relevan di tengah dinamika politik lokal yang terus bergerak.

Musda DPD Golkar Gunungkidul pun bukan lagi sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk menentukan nahkoda baru dan masa depan partai di tingkat kabupaten. (Red)

__Terbit pada
Januari 6, 2026
__Kategori
News