KALURAHAN KARANGMOJO GUNUNGKIDUL DORONG KETAHANAN PANGAN MELALUI PROGRAM AYAM PETELUR BUMDES 

Gunungkidul TV – Pagi masih hangat ketika aktivitas di Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul mulai menggeliat.

Di balik deretan kandang ayam petelur yang tertata rapi, sebuah ikhtiar desa sedang berjalan ikhtiar sederhana namun berdampak besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan warganya.

Pemerintah Kalurahan Karangmojo terus berinovasi memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan Warung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu langkah nyatanya diwujudkan lewat program budidaya ayam petelur yang didukung penyertaan modal dari Dana Desa. Program ini bukan sekadar beternak ayam, melainkan strategi ekonomi desa yang dirancang berkelanjutan.

Lurah Karangmojo, Agus Budiyana, menuturkan bahwa pemanfaatan Dana Desa diarahkan pada kegiatan produktif yang mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui penyertaan modal BUMDes, Dana Desa digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana kandang, bibit ayam petelur, pakan, hingga pengelolaan usaha yang profesional. “Penyertaan modal dari Dana Desa ini kami arahkan untuk usaha yang benar-benar produktif. Program ayam petelur melalui Warung BUMDes diharapkan mampu menjamin ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat,” ujar Agus Budiyana, Selasa (20/1/2026).

Dalam skema ini, Warung BUMDes berperan sebagai jantung usaha. Tidak hanya mengelola produksi telur, tetapi juga memastikan hasil panen sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Distribusi yang lebih pendek membuat telur segar mudah diakses, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat desa.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan protein hewani, program ayam petelur ini turut membuka ruang partisipasi warga. Mulai dari pengelolaan kandang, perawatan ternak, hingga pemasaran hasil produksi, semua melibatkan tenaga lokal. Desa pun tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen pangan yang mandiri.

Agus Budiyana menegaskan, langkah ini sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional yang mendorong desa untuk berdaya dan berdikari. Keuntungan dari usaha ayam petelur akan diputar kembali untuk pengembangan BUMDes serta mendukung berbagai program pembangunan di Kalurahan Karangmojo. “Kami berharap program ini terus berkembang dan menjadi contoh pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah kalurahan, BUMDes, dan masyarakat, Karangmojo membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari desa, dari kandang sederhana, hingga akhirnya hadir di meja makan warga. Sebuah kisah tentang bagaimana Dana Desa dikelola dengan visi, menghasilkan pangan, pekerjaan, dan harapan bagi masa depan yang lebih sejahtera. (Red)

__Terbit pada
Januari 20, 2026
__Kategori
News