LAZISMU GUNUNGKIDUL TEBAR KEPEDULIAN, 75 PENYANDANG DISABILITAS TERIMA SEMBAKO DI HARI KEENAM RAMADHAN

Gunungkidul TV – Ramadhan selalu punya cara istimewa untuk menghadirkan kehangatan. Di hari keenam bulan suci 1447 Hijriah, suasana kebersamaan terasa begitu kental dalam kegiatan pengajian dan buka puasa bersama yang melibatkan komunitas disabilitas Muhammadiyah di Kabupaten Gunungkidul.

Melalui amanah dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) dari para donatur, Lazismu mentasyarufkan bantuan dalam kegiatan yang digelar pada Ahad, 22 Februari 2026, pukul 16.00 hingga 18.30 WIB tersebut. Kegiatan ini bersinergi bersama HIDIMU (Himpunan Disabilitas Muhammadiyah), menghadirkan ruang silaturahmi yang inklusif dan penuh makna. Tak kurang dari 75 penyandang disabilitas menerima paket sembako sebagai bentuk perhatian dan dukungan di bulan penuh berkah. Senyum yang merekah, sapa hangat antar peserta, serta lantunan tausiyah menjelang berbuka menjadi gambaran nyata bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual, tetapi momentum mempererat empati.

Kegiatan diawali dengan pengajian yang menyejukkan hati, mengingatkan pentingnya sabar, syukur, dan saling menguatkan dalam kehidupan. Menjelang adzan Maghrib, suasana semakin khidmat. Doa dipanjatkan bersama, memohon keberkahan bagi para donatur serta kemudahan bagi para penerima manfaat. Kolaborasi lintas elemen Muhammadiyah pun menjadi kekuatan tersendiri. Dukungan datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul, BMT Amal Rizki, serta RS PKU Muhammadiyah Wonosari yang turut menjadi mitra dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Lebih dari sekadar pembagian sembako, kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa keberkahan Ramadhan terasa semakin lengkap ketika dirasakan bersama. Inklusivitas bukan hanya slogan, melainkan langkah nyata dalam menghadirkan ruang ibadah dan kebahagiaan bagi semua kalangan. Bagi Lazismu, setiap amanah yang ditunaikan bukan hanya angka dalam laporan, tetapi harapan yang sampai ke tangan yang tepat. Dan bagi para donatur, setiap ZIS yang disalurkan menjadi jembatan pahala yang terus mengalir.

Ramadhan di Gunungkidul pun kembali menegaskan satu hal: berbagi adalah bahasa universal kebaikan. Dan ketika kebaikan itu dikelola dengan amanah, manfaatnya akan menjangkau lebih lua menerangi hati, menguatkan sesama, serta menghadirkan optimisme di tengah masyarakat. (Red)

__Terbit pada
Februari 23, 2026
__Kategori
News