ON THE ROCK JOGJA WISATA BARU GUNUNGKIDUL SERAP HAMPIR 200 TENAGA LOKAL BUMI HANDAYANI
Gunungkidul TV – Deru ombak pantai selatan selalu punya cara memikat hati. Namun kini, pesona itu hadir dengan wajah baru. Di kawasan pantai Gunungkidul, Yogyakarta, sebuah destinasi wisata bernama On The Rock muncul dan langsung mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena cerita di baliknya.
Dalam hitungan hari sejak dibuka, On The Rock viral di media sosial. Foto dan video pengunjung bertebaran, menampilkan sudut-sudut estetik dengan latar laut biru dan langit luas khas pesisir selatan. Namun, daya tariknya tak berhenti pada visual semata.

Langkah pertama memasuki kawasan ini menjadi pengalaman tersendiri. Wisatawan disambut patung kepala raksasa yang berdiri kokoh di gerbang masuk. Ikonik dan penuh karakter, patung tersebut seolah menjadi penjaga gerbang menuju ruang wisata yang berbeda dari pantai-pantai Gunungkidul pada umumnya. Banyak pengunjung menggambarkan sensasinya seperti memasuki situs peradaban kuno, namun dikemas dengan sentuhan modern yang bersih, rapi, dan artistik.
Tak heran, area gerbang ini menjadi salah satu titik paling favorit untuk berfoto dan dibagikan di media sosial.
Masuk lebih jauh, On The Rock menawarkan ruang yang fleksibel bagi berbagai tipe wisatawan. Pengunjung bisa memilih bersantai di area dekat pantai sambil menikmati debur ombak, naik ke bangunan atas untuk menyapu panorama laut lepas dari ketinggian, atau menghabiskan waktu di area indoor yang nyaman. Konsep berlapis ini menjadikan On The Rock bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang rekreasi yang bisa dinikmati semua kalangan.
Salah satu magnet utama adalah Rock Bar di kawasan Pantai Drini. Menjelang sore, suasana berubah menjadi lebih hangat dan intim. Senja perlahan turun, matahari tenggelam di ufuk barat, sementara alunan musik dan penampilan DJ menciptakan atmosfer santai nan modern. Bagi banyak pengunjung, momen ini menjadi highlight yang tak terlupakan.
Keunikan On The Rock juga terletak pada kemampuannya memadukan wisata alam dan kuliner dalam satu kawasan. Beragam pilihan makanan dan minuman tersedia, melengkapi pengalaman menikmati pantai dengan cara yang lebih eksklusif, namun tetap ramah bagi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Lebih dari itu, On The Rock membawa dampak sosial yang nyata. Hingga kini, hampir 200 lapangan pekerjaan tercipta dari kehadiran destinasi ini. Yang membanggakan, mayoritas tenaga kerja berasal dari warga asli Gunungkidul. Komitmen pemberdayaan lokal ini menjadikan On The Rock bukan hanya mesin ekonomi pariwisata, tetapi juga ruang tumbuh bagi masyarakat sekitar.

Menjelang pergantian Tahun Baru 2026 kemarin, pengelola On The Rock mengambil langkah yang berbeda. Tidak ada pesta kembang api. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi berbagai bencana alam. Sebuah ajakan halus untuk merayakan tahun baru dengan cara yang lebih reflektif, sederhana, dan bermakna.
Dengan konsep yang unik, pengelolaan yang berpihak pada masyarakat lokal, serta lokasi strategis di jantung wisata pantai Gunungkidul, On The Rock bukan sekadar destinasi baru. Ia hadir sebagai simbol wajah baru pariwisata Jogja modern, berkarakter, dan tetap membumi.
Ke depan, On The Rock diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata pantai Jogja yang wajib dikunjungi, bukan hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk merasakan cerita dan nilai yang hidup di dalamnya.




Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.