PENGAJIAN AHAD PAGI MUHAMMADIYAH TEPUS DI MAKO POLSEK, PERKUAT TAQWA DAN HARMONI MASYARAKAT

Gunungkidul TV – Suasana berbeda tampak di Mako Polsek Tepus, Kapanewon Tepus, Minggu (1/3/2026) pagi. Sejak pukul 05.45 WIB, ratusan jamaah memadati halaman kantor kepolisian sektor tersebut untuk mengikuti Pengajian Ahad Pagi yang rutin digelar oleh Pengurus Muhammadiyah Kapanewon Tepus dan Tanjungsari.

Tak kurang dari 200 jamaah hadir, terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat Kapanewon Tepus dan Kapanewon Tanjungsari, hingga jajaran kepolisian. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Ali Ustman, S.Pd.I sebagai penceramah, serta dihadiri langsung Kapolsek Tepus AKP Suryanto, S.Pd.

Sinergi Ulama dan Umara

Dalam sambutannya, AKP Suryanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan di lingkungan Mako Polsek. “Kami jajaran Polsek Tepus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah hadir dalam pengajian hari ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini semakin baik dan masyarakat yang hadir semakin banyak,” ujarnya.

Pengajian yang digelar di ruang terbuka tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan simbol sinergi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat. Kehadiran anggota Polsek Tepus bersama personel Kokam turut memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Taqwa sebagai Pondasi Kehidupan

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ali Ustman mengangkat tema tentang taqwa sebuah nilai fundamental dalam kehidupan seorang muslim. Ia menjelaskan bahwa taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah SWT, tetapi juga wujud cinta yang mendalam yang mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Secara bahasa, taqwa berasal dari kata Arab waqā yang berarti menjaga atau melindungi diri.

Mengutip QS. Ali Imran ayat 102, jamaah diajak untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. “Orang bertakwa adalah mereka yang menjaga hatinya, lisannya, dan perbuatannya agar selalu berada di jalan yang diridhai Allah,” terang penceramah.

Lima Langkah Meningkatkan Taqwa

Ustadz Ali juga memaparkan langkah-langkah praktis untuk meningkatkan kualitas taqwa:

  • Membaca dan memahami Al-Qur’an secara rutin.
  • Melaksanakan ibadah dengan khusyuk, tidak sekadar menggugurkan kewajiban.
  • Memperbanyak zikir dan doa sebagai bentuk komunikasi dengan Allah.
  • Memilih lingkungan pergaulan yang baik.
  • Segera bertaubat dan memperbaiki diri saat melakukan kesalahan.

Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun menyentuh, membuat jamaah larut dalam suasana khidmat sekaligus penuh semangat.

Manfaat Taqwa dalam Kehidupan Sosial

Lebih jauh, dijelaskan bahwa taqwa memiliki dampak nyata dalam kehidupan sosial. Ia menjadi benteng dari perbuatan tercela, mendatangkan keberkahan dalam rezeki dan kesehatan, menghadirkan ketenangan batin, serta menjadi bekal pahala di dunia dan akhirat.

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat di wilayah pesisir selatan Gunungkidul seperti Tepus dan Tanjungsari, nilai taqwa juga diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial dan menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

Dakwah yang Menyejukkan

Kegiatan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan aman dan lancar. Tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, Pengajian Ahad Pagi di Mako Polsek Tepus juga menjadi ruang silaturahmi antara aparat dan masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, langkah Polsek Tepus membuka ruang dakwah di lingkungan kantor kepolisian menjadi contoh pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pengajian Ahad Pagi ini membuktikan bahwa rumah ibadah dan kantor pelayanan publik dapat bersinergi menjadi pusat pembinaan moral sekaligus penguatan ukhuwah. Sebuah ikhtiar kecil yang berdampak besar bagi ketenteraman bersama. (Red)

__Terbit pada
Maret 1, 2026
__Kategori
News