
SIANG INI PUSAT KOTA WONOSARI GUNUNGKIDUL MERIAH DENGAN KIRAB BUDAYA KALURAHAN KEPEK, JALAN UTAMA DITUTUP SEMENTARA
Gunungkidul TV – Suasana Kota Wonosari siang ini, Sabtu (30/8/2025), dipastikan akan berbeda dari biasanya. Riuh semarak tabuhan gamelan, derap langkah bregada, serta iringan ribuan warga akan menghiasi jalan utama menuju pusat kota. Ya, Kalurahan Kepek menggelar Kirab Budaya, sebuah tradisi yang menghadirkan perpaduan kearifan lokal, kebersamaan, dan semangat pelestarian budaya.
Kirab dijadwalkan berlangsung pukul 12.30 hingga 16.00 WIB, dengan rute dari Jalan Brigjen Katamso tepat di titik nol kilometer Kota Wonosari hingga berakhir di simpang empat Balai Kalurahan Kepek. Sebanyak 12 kontingen akan ambil bagian, termasuk perwakilan pemerintah kalurahan, bregada Lombok Abang IKG Kordes, serta rombongan dari sepuluh padukuhan yang ada di Kalurahan Kepek.
Barisan kirab akan dipimpin langsung oleh Lurah Kepek beserta pamong dan Ketua Bamuskal, disusul pasukan bregada yang tampil gagah dengan seragam khasnya. Setelah itu, satu per satu rombongan padukuhan akan ikut menampilkan kekompakan dan kreativitas masing-masing. Menurut informasi resmi, urutan kontingen dimulai dari Padukuhan Kranon, lalu Sumbermulyo, Ledoksari, Trimulyo 1, Tegalmulyo, Kepek 1, Jeruk, Kepek 2, Trimulyo 2, dan ditutup oleh kontingen Padukuhan Bansari.
Aroma meriah sudah terasa sejak pagi. Warga tampak sibuk menyiapkan kostum, properti, hingga hiasan untuk memeriahkan jalannya kirab. “Ini bukan sekadar pawai, tapi juga momen untuk menunjukkan kebersamaan warga Kepek dan menjaga tradisi budaya agar tidak hilang,” ujar salah satu panitia ketika ditemui di lokasi persiapan.
Namun, bagi pengguna jalan, ada baiknya bersiap. Akses jalan utama menuju Kota Wonosari akan ditutup sementara mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB. Pengendara, termasuk wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata, disarankan mengambil jalur alternatif melalui Bundaran Tobong Playen belok kanan ke arah Jalur Cinta MTs Negeri Wonosari hingga tembus ke Jalan Baron.
Kirab Budaya Kalurahan Kepek bukan sekadar tontonan, melainkan juga pengingat bahwa budaya lokal adalah identitas yang layak dirawat bersama. Siang ini, Wonosari tidak hanya menjadi kota transit menuju pantai, melainkan panggung budaya yang hidup, penuh warna, dan tentu saja menghibur siapa pun yang menyaksikannya. (Red)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.