
JOGJA ISTIMEWA JOGJA TANPA ANARKIS, GERAKAN WARGA MENJAGA KEDAMAIAN KOTA PELAJAR
Gunungkidul TV – Yogyakarta kembali menunjukkan wajah istimewanya. Bukan hanya lewat budaya, pendidikan, atau kehangatan masyarakatnya, tetapi juga lewat kepedulian warganya dalam menjaga kedamaian. Menyambut rencana aksi demonstrasi besok Senin (01/09/2025) berbagai elemen masyarakat, ormas, hingga komunitas relawan menyerukan gerakan bersama bertajuk Jogja Istimewa, Jogja Tanpa Anarkis.
Gerakan ini diwujudkan dalam aksi nge-PAM atau pengamanan mandiri yang akan digelar di kawasan Teras Malioboro. Warga yang tergabung di dalamnya berkomitmen untuk hadir sejak pukul 09.30 WIB, dengan semangat menjaga suasana tetap aman, damai, dan kondusif. Bukan atribut organisasi yang ditonjolkan, melainkan kesederhanaan dalam balutan busana masyarakat biasa. Tujuannya jelas agar kehadiran mereka benar-benar mencerminkan wajah asli masyarakat Jogja hangat, bersahaja, dan cinta damai.
Tujuan Bersama: Dari Warga untuk Warga
Aksi ini tidak dimaksudkan untuk memprovokasi, melainkan menjadi bagian dari solusi. Setidaknya ada tiga hal utama yang ingin diwujudkan menjaga kondusivitas, agar situasi tetap aman dan nyaman bagi semua pihak dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Menghindari potensi anarkisme, yang seringkali menodai esensi kebebasan berpendapat. “Yogyakarta adalah kota budaya, kota pelajar, sekaligus kota damai. Semangat itu yang harus kita jaga bersama,” begitu pesan panitia penyelenggara aksi.
Kebersamaan sebagai Benteng Kedamaian
Dalam konteks dinamika sosial, gerakan nge-PAM ini memperlihatkan bahwa masyarakat tidak tinggal diam. Mereka aktif menjadi garda depan dalam menjaga keistimewaan Jogja, bukan dengan kekerasan, melainkan lewat kebersamaan. Di tengah potensi gesekan yang sering muncul dalam aksi massa, suara masyarakat ini hadir sebagai pengingat bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran relawan dan komunitas bukan sekadar simbol, melainkan energi positif yang menegaskan bahwa Jogja selalu punya cara unik untuk merawat kedamaian.
Yogyakarta memang istimewa. Dan dengan semangat Jogja Tanpa Anarkis, warga berharap pesan damai ini bisa menggema lebih luas bahwa di balik setiap perbedaan, selalu ada ruang untuk menjaga harmoni bersama. (Red)