BIKIN GEGER MEDSOS !! BOCAH 10 TAHUN MENGEMUDI MOBIL DI GUNUNGKIDUL, POLISI TURUN TANGAN
Gunungkidul TV – Jagat media sosial beberapa hari terakhir diramaikan oleh sebuah video yang memancing beragam reaksi warganet. Dalam rekaman singkat tersebut tampak seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun duduk di balik kemudi sebuah mobil, mengendalikan kendaraan di jalanan saat kedua orang tuanya berada di dalam mobil yang sama.
Aksi yang terekam dalam video itu sontak menjadi perbincangan luas di dunia maya. Sebagian warganet menganggap peristiwa tersebut sebagai hal yang berbahaya, mengingat anak di bawah umur belum memiliki kecakapan, kematangan emosi, maupun tanggung jawab yang memadai untuk mengemudikan kendaraan bermotor.
Menanggapi viralnya video tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul bergerak cepat. Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Priyo Tri Handoyo, mengatakan pihaknya telah mengundang orang tua dari bocah tersebut untuk datang ke Mapolres Gunungkidul guna memberikan klarifikasi. “Siang tadi mereka sudah kami undang dan datang tanpa paksaan. Mereka juga sudah menyampaikan permohonan maaf, selanjutnya kami memberikan edukasi,” ujar AKP Priyo pada Jumat (6/3/2026) sore.
Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, diketahui peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, bocah tersebut mengemudikan mobil Daihatsu Luxio berwarna hitam dengan nomor polisi R 1487 XR ketika sedang bersama keluarganya.
Perjalanan tersebut rupanya hanya perjalanan keluarga menuju rumah sang kakek di wilayah Nglanggeran, Kapanewon Patuk. Video yang kemudian viral itu diketahui direkam oleh ibu sang anak dari dalam mobil.
Setelah rekaman tersebut menyebar luas di media sosial dan menuai beragam tanggapan, akun yang pertama kali mengunggah video tersebut diketahui telah dihapus. Meski demikian, pihak kepolisian tetap menindaklanjuti dengan menghubungi keluarga yang bersangkutan. Orang tua anak tersebut pun menyatakan kesediaannya untuk datang ke Polres Gunungkidul. Dalam pertemuan itu mereka memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam mengawasi putranya.
Menurut AKP Priyo, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak mengemudikan kendaraan bermotor. Selain melanggar aturan lalu lintas, tindakan tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. “Secara psikis, mental, dan emosi, anak-anak itu belum bisa terkendali dengan baik saat berkendara. Karena itu kami mengimbau para orang tua agar lebih bijak dan tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengemudi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keselamatan berlalu lintas berawal dari kedisiplinan mematuhi aturan. Banyak kecelakaan lalu lintas terjadi karena diawali dari pelanggaran yang dianggap sepele. “Mari kita jaga Gunungkidul ini tetap aman, nyaman, dan tertib dalam berkendara. Karena kecelakaan biasanya diawali dari pelanggaran peraturan lalu lintas,” pungkasnya.
Peristiwa yang sempat viral ini akhirnya menjadi pelajaran bersama bahwa ruang digital bisa dengan cepat memperbesar sebuah kejadian. Di balik kontroversinya, kisah tersebut juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak sekaligus menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini.







