KAPOLRES GUNUNGKIDUL APRESIASI SUPORTER BOLA, KAMTIBMAS TETAP KONDUSIF
Gunungkidul TV – Di tengah ramainya linimasa media sosial yang sempat diwarnai isu ketegangan antar-suporter, situasi nyata di lapangan justru menghadirkan cerita berbeda. Pasca pertandingan sepak bola yang digelar di Bantul pada Jumat, 6 Februari 2026, wilayah Kabupaten Gunungkidul tetap berada dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terjaga bukan semata karena kekuatan pengamanan, melainkan hasil dari pendekatan humanis yang dikedepankan jajaran Polres Gunungkidul saat mengawal pergerakan massa suporter.

Sempat viral kabar adanya pemblokiran rombongan suporter asal Solo di kawasan Bundaran Siyono, realitas di lapangan menunjukkan suasana yang jauh dari ketegangan. Petugas kepolisian memilih jalan dialog, menerapkan strategi cooling system dengan memberikan penjelasan secara persuasif terkait penyekatan yang dilakukan demi keselamatan bersama. Bahkan, di sejumlah titik, petugas membagikan air mineral kepada para suporter gestur sederhana yang mampu mencairkan suasana dan menumbuhkan rasa saling memahami.
Pendekatan serupa juga diterapkan kepada suporter tuan rumah yang hendak menuju Stadion Bantul. Pengawalan melekat (escorting) dilakukan dengan sikap ramah dan komunikatif. Selain memastikan kelancaran arus perjalanan, petugas turut mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas dan menjaga etika di jalan raya. “Pengamanan kami lakukan dengan mengedepankan sikap humanis. Tujuannya bukan membatasi, tetapi memastikan semua pihak merasa aman dan nyaman,” ujar Kapolres Gunungkidul melalui pesan WhatsApp.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa secara khusus menyampaikan apresiasi kepada kedua kelompok suporter serta masyarakat yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dinamika pertandingan sepak bola. “Kami sangat mengapresiasi kedewasaan kawan-kawan suporter dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Meski sempat ramai di media sosial, dengan pendekatan humanis dari anggota kami dan respons positif dari suporter, semua berjalan aman, lancar, dan terkendali tanpa ada gesekan sedikit pun,” tegas AKBP Damus Asa.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keamanan tidak selalu harus ditegakkan dengan ketegangan. Dialog, empati, dan kehadiran polisi sebagai mitra masyarakat terbukti mampu menciptakan suasana kondusif, bahkan di tengah potensi konflik.
Polres Gunungkidul berharap pola pengamanan berbasis humanisme ini dapat menjadi standar baru dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, khususnya yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Lebih dari sekadar menjaga ketertiban, kepolisian ingin hadir sebagai bagian dari solusi—mengayomi, melindungi, dan membangun rasa aman bersama masyarakat.
Sebuah pelajaran berharga dari jalanan Gunungkidul: ketika komunikasi dan saling menghormati dikedepankan, sepak bola kembali menjadi hiburan, bukan sumber perpecahan. (Red)





Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.