
PASAR IKAN NGRENEHAN KANIGORO GUNUNGKIDUL, RIUH SEGAR LAUT SELATAN YANG MENYATU DENGAN TRADISI
Gunungkidul TV – Di balik deburan ombak Pantai Ngrenehan, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, terdapat denyut kehidupan yang tak pernah padam: Pasar Ikan Ngrenehan. Pasar ini dikelola oleh Kelompok Mina Lestari, sebuah komunitas beranggotakan 49 orang yang terdiri dari nelayan, pedagang ikan mentah, hingga penjual hasil olahan laut. Dari sinilah roda ekonomi masyarakat pesisir berputar, berpadu dengan kearifan lokal yang masih terjaga.
Pasar ikan ini memang sederhana, hanya dihuni oleh 13 pedagang tetap. Namun, kesibukannya terasa sejak pagi, ketika para nelayan merapat dengan perahu-perahu penuh hasil tangkapan. Setiap hari—kecuali Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon yang mereka hormati sebagai hari pantangan melaut sekitar 5 kwintal ikan segar turun langsung dari laut ke pasar.

Jenis-jenis ikan yang ditawarkan pun sangat beragam. Ada tongkol, gembuk, gencik, banyar, kakap, tengiri, hingga borang yang menjadi favorit banyak pembeli. Menjelang musim hujan, pasar ini semakin semarak dengan hadirnya ikan layur, bawal, bahkan lobster, yang selalu menjadi incaran pecinta seafood.
Lebih dari sekadar tempat jual-beli, Pasar Ikan Ngrenehan menyimpan nuansa khas yang jarang ditemui di pasar modern. Riuh nelayan menurunkan hasil tangkapan, aroma laut yang masih terasa segar, hingga canda-tawa dalam tawar-menawar harga menjadikan pasar ini sebuah pengalaman budaya sekaligus kuliner.

Di tengah geliat pariwisata Gunungkidul, keberadaan Pasar Ikan Ngrenehan adalah wajah autentik masyarakat pesisir. Ia bercerita tentang harmoni manusia dengan laut, tentang kebersamaan dalam komunitas, dan tentang tradisi yang tetap lestari meski zaman terus berubah. (Red/Imuhar)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.