SMA NEGERI 2 PLAYEN AKAN GELAR MAHARESI 2025, LESTARIKAN BUDAYA LEWAT TARI DAN CERKAK

Gunungkidul TV – SMA Negeri 2 Playen kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah berbasis budaya. Tahun ini, melalui tangan kreatif OSIS Setya Bhakti Eka Mandala periode 2024/2025, sekolah yang berada di jalur utama Wonosari Jogja ini akan menggelar ajang kebudayaan bertajuk MAHARESI 2025.

Dengan mengusung tema Budaya Tumangkar Jroning Nala, Ngreksa Lestarining Tradisi Nuswantara, kegiatan ini dirancang sebagai wadah ekspresi sekaligus ruang pelestarian seni dan tradisi nusantara. Pesertanya pun istimewa pelajar tingkat SMP/MTs/sederajat se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ajang Kreativitas Generasi Muda

Tidak sekadar lomba, MAHARESI 2025 hadir sebagai pengingat bahwa budaya adalah jati diri bangsa. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, generasi muda kerap terjebak pada tren baru dan melupakan akar tradisi. Melalui seni tari dan sastra Jawa dalam bentuk Ngripta Cerkak, panitia berharap dapat memantik kembali rasa cinta pada warisan budaya. “Nilai-nilai luhur bangsa ini harus tetap dipahami, dijaga, dan diwariskan. Jika tidak, kita akan kehilangan identitas,” ungkap panitia dalam keterangan resminya.

Lomba Tari Virtual

Salah satu rangkaian paling dinanti adalah Lomba Tari Kreasi Nusantara yang digelar secara online pada 6–22 September 2025. Peserta, yang merupakan perwakilan individu dari tiap sekolah, akan menampilkan tari kreasi berakar budaya lokal dengan durasi maksimal lima menit.

Meski virtual, aturan lomba dirancang ketat yakni mulai dari busana, koreografi, hingga kejelasan audio-visual dalam video. Peserta diwajibkan mengunggah karya di YouTube dengan format khusus, lengkap dengan sinopsis dan judul tari. Juri yang dihadirkan pun berasal dari kalangan praktisi dan Dinas Kebudayaan, sehingga mutu penilaian tetap terjaga.

Hadiah yang disiapkan juga cukup menggoda selain tropi dan sertifikat, juara pertama akan membawa pulang uang pembinaan Rp1.000.000, disusul Rp750.000 untuk juara II, dan Rp500.000 untuk juara III.

Ngripta Cerkak: Merawat Bahasa Jawa Lewat Cerita

Selain tari, MAHARESI 2025 juga menggelar Lomba Ngripta Cerkak. Kompetisi ini menantang pelajar untuk menulis cerita pendek berbahasa Jawa ngoko alus dengan panjang 500–1000 kata. Cerkak yang ditulis harus murni karya pribadi, tanpa unsur SARA, serta tetap menjunjung etika. Dengan format tulisan rapi, peserta akan mengunggah karya dalam bentuk PDF. Penjurian akan fokus pada kesesuaian tema, orisinalitas, gaya bahasa, hingga kreativitas penyajian.

Hadiah yang ditawarkan pun tak kalah menarik. Juara pertama berhak atas Rp750.000, juara kedua Rp500.000, dan juara ketiga Rp300.000, lengkap dengan sertifikat dan tropi penghargaan.

Ruang Silaturahmi Budaya

MAHARESI 2025 bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antarpelajar se-DIY. Panitia berharap, melalui ajang ini tumbuh kecintaan generasi muda pada seni dan tradisi bangsa, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antar sekolah. “Harapan kami, acara ini tidak hanya melahirkan talenta-talenta muda berbakat di bidang seni, tapi juga menumbuhkan sikap bangga terhadap budaya sendiri,” tambah perwakilan OSIS SMA N 2 Playen.

Optimisme Panitia

Penyelenggaraan MAHARESI 2025 dirancang dengan disiplin, keteraturan, dan rasa tanggung jawab. Semua unsur panitia, guru, hingga peserta diharapkan mampu menjalankan aturan dengan baik demi tercapainya ajang yang efektif, efisien, dan berkesan. Dengan memadukan seni tari dan sastra Jawa, SMA Negeri 2 Playen mencoba menghidupkan kembali denyut budaya di kalangan pelajar. Sebuah langkah kecil, namun bermakna besar bagi kelestarian tradisi nusantara.

Hal-hal yang masih perlu ditanyakan baik jadwal ataupun teknis serta jika adanya perubahan jadwal dan ketentuan lainnya akan diumumkan lebih lanjut. Konfirmasi dan informasi lebih jelas dapat menghubungi narahubung 081818260633 atas nama Vanesa atau 087794106846 atas nama Orchid. (Red)

__Terbit pada
Agustus 30, 2025
__Kategori
News