
TAK ADA AGENDA DEMO DI DPRD GUNUNGKIDUL 1 SEPTEMBER, WONOSARI DIPASTIKAN KONDUSIF
Gunungkidul TV – Menjelang pergantian bulan, jagat maya Warga Gunungkidul sempat ramai oleh kabar adanya aksi demonstrasi yang disebut-sebut bakal digelar di Gedung DPRD Gunungkidul dan Polres Gunungkidul besok Senin (1/9/2025). Namun setelah ditelusuri, hingga Ahad sore (31/08/2025) tak ada informasi resmi maupun pemberitahuan kepolisian terkait rencana aksi tersebut.
Kantor DPRD Gunungkidul dan Mapolres Gunungkidul yang berada di jantung Kota Wonosari pun dipastikan beroperasi normal seperti biasa. “Sampai sore ini Ahad (31/08/2025) pukul 15.48 tidak ada surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ataupun demo dari unsur mahasiswa ataupun masyarakat lainnya yang masuk di sekretariat dewan DPRD Gunungkidul” ujar Purwono Suklistyo Hadi Setwan DPRD Gunungkidul.
“Jika ada kekurangan dalam hal pemerintahan ataupun tentang anggota dewan DPRD Gunungkidul kami dalam hal bagian Setwan mengajak diskusi dengan hati dan pikiran yang tenang agar aspirasi masyarakat lebih maksimal tertampung oleh pemerintahan khususnya Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul,“ tambahnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu gedung wakil rakyat ini memang sempat menjadi titik aksi. Misalnya pada Juni lalu, ratusan sopir truk menggelar demonstrasi menolak kebijakan ODOL (Over Dimension Over Loading). Aksi berjalan damai, dan ruas jalan utama Wonosari sempat dipadati kendaraan besar yang ikut menyuarakan aspirasi. Tahun lalu, kantor DPRD juga menjadi sorotan usai aksi massa menyoal kasus video viral yang melibatkan salah seorang anggota dewan.
Kini, suasana Wonosari menjelang awal September justru terlihat lengang. Lalu lintas berjalan lancar, pedagang kaki lima kembali sibuk melayani pembeli, dan anak-anak sekolah menikmati akhir pekan dengan riang. Tak ada tanda-tanda pengerahan massa di sekitar alun-alun maupun simpang empat Bejiharjo yang biasanya menjadi titik kumpul aksi.
Kabar akan ada demo yang beredar di media sosial rupanya hanya sebatas isu yang belum terverifikasi. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. “Kami mengajak warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Informasi resmi selalu kami sampaikan lewat saluran resmi,” jelas Kasihumas Polres Gunungkidul
Bagi masyarakat, kepastian ini tentu membawa kelegaan. Pasalnya, unjuk rasa biasanya identik dengan potensi penutupan jalan dan keramaian lalu lintas. Dengan situasi kondusif, warga bisa melanjutkan aktivitas harian tanpa gangguan berarti.
Lebih jauh, kabar ini juga menjadi pengingat bahwa informasi di era digital perlu disaring dengan bijak. Tidak semua yang viral di media sosial berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan. Di tengah derasnya arus berita, sikap kritis dan kepercayaan pada sumber informasi resmi menjadi kunci menjaga harmoni sosial.
Dengan demikian, memasuki awal September 2025, wajah Wonosari tetap cerah dan tenang. Alih-alih hiruk pikuk demonstrasi, kota ini justru menyuguhkan keseharian yang damai sebuah atmosfer yang menegaskan bahwa Gunungkidul tetap istimewa dengan kehangatan masyarakatnya. (Red)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.