PENGAJIAN AHAD LEGI PRM SIRAMAN GUNUNGKIDUL DIPADATI 300 JAMAAH, BAHAS PEMIMPIN IDEAL DAN BAGIKAN SHODAQOH SAYUR

Gunungkidul TV – Pagi Ahad Legi di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Siraman terasa berbeda. Sejak matahari belum meninggi, ratusan warga dari berbagai usia mulai berdatangan. Mereka memenuhi ruang utama hingga halaman gedung, menghadirkan suasana hangat penuh kekeluargaan. Tak kurang dari 300 jamaah memadati pengajian rutin Ahad Legi Pagi, sebuah majelis ilmu yang telah menjadi denyut dakwah sekaligus ruang mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

Bukan sekadar pengajian rutin, Ahad Legi di PRM Siraman telah berkembang menjadi ruang bertemunya ilmu, inspirasi, dan aksi sosial. Dari anak-anak hingga para sesepuh, semua duduk bersama mendengarkan pesan-pesan keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sejumlah tokoh Muhammadiyah Siraman turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya H. Warsito, H. Suwardi, Drs. Harmanto, serta Jayadi, M.S.I. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kuatnya kesinambungan perjuangan dakwah lintas generasi.

Dalam sambutannya, sesepuh PRM Siraman, H. Warsito, S.Sos., mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga semangat berorganisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan PRM Siraman meraih Juara Harapan I CRM Award bukanlah akhir perjalanan, melainkan amanah yang harus terus dijaga. “Prestasi ini harus menjadi penyemangat untuk terus bergerak. Yang terpenting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana Muhammadiyah terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,“ ungkapnya di hadapan jamaah yang menyambut dengan antusias.

Menyiapkan Pemimpin Berkarakter

Sesi utama pengajian menghadirkan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Eko Prasetyo Atmojo, yang akrab disapa Mas Eko. Dengan gaya penyampaian yang santai, komunikatif, dan mudah dipahami, ia mengupas tema Karakter Pemimpin Ideal dalam Masyarakat. Menurut Mas Eko, kualitas sebuah kampung bahkan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh karakter pemimpinnya. Kepemimpinan yang baik akan melahirkan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera, sebagaimana cita-cita Islam tentang terwujudnya qaryatun thayyibah hingga baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Berlandaskan Surah An-Nisa ayat 58, Mas Eko menjelaskan bahwa seorang pemimpin ideal setidaknya memiliki empat karakter utama. Pertama, jujur dan berintegritas, karena kejujuran menjadi fondasi utama dalam memegang amanah.

Kedua, adil, yakni mampu mengambil keputusan secara objektif tanpa membedakan status maupun kepentingan. Ketiga, melayani dengan pendekatan humanis, menjadikan masyarakat sebagai subjek yang harus dihormati, didengar, dan dilayani dengan empati. Keempat, kompeten, bertanggung jawab, dan terbuka, sehingga mampu menjalankan amanah secara profesional sekaligus siap menerima kritik dan evaluasi.

Paparan tersebut mengundang perhatian jamaah. Banyak peserta tampak mengangguk, mencatat poin-poin penting, bahkan berdiskusi seusai pengajian mengenai bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dakwah yang Hadir Hingga Dapur Warga

Keistimewaan Pengajian Ahad Legi PRM Siraman tidak berhenti di ruang kajian. Setelah doa penutup, para jamaah, terutama kaum ibu, tampak sumringah saat menerima paket sayur segar melalui program Shodaqoh Sayur Sempulur. Program yang telah berjalan sejak tahun 2020 ini menjadi salah satu ikon dakwah sosial PRM Siraman. Beragam sayuran segar dibagikan kepada jamaah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Suasana penuh keakraban pun tercipta. Senyum para penerima menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Program sederhana ini menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya tentang ceramah di atas mimbar, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, Shodaqoh Sayur Sempulur menjadi contoh nyata bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial mampu tumbuh dari lingkungan masjid dan organisasi keagamaan.

Menguatkan Ilmu, Menebar Manfaat

Pengajian Ahad Legi PRM Siraman kembali membuktikan bahwa majelis ilmu dapat menjadi ruang lahirnya perubahan sosial. Ketika penguatan akidah dipadukan dengan pendidikan kepemimpinan serta aksi nyata membantu masyarakat, dakwah menjadi semakin hidup dan membumi. Lebih dari sekadar rutinitas bulanan, kegiatan ini menghadirkan pesan bahwa membangun negeri yang baik dimulai dari membangun karakter manusia yang jujur, adil, peduli, dan bertanggung jawab.

Di Siraman, dakwah tidak hanya terdengar melalui lantunan tausiyah, tetapi juga terasa dalam kebersamaan, kepedulian, dan manfaat yang dibawa pulang setiap jamaah. Barangkali, dari ruang-ruang sederhana seperti inilah cita-cita menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur perlahan sedang ditanamkan, satu pengajian, satu keteladanan, dan satu aksi sosial pada setiap Ahad Legi. (Red)

__Terbit pada
Agustus 2, 2026
__Kategori
News