RATUSAN JAMAAH MUHAMMADIYAH KALURAHAN KEPEK WONOSARI TUMPAH RUAH DI MASJID NURUL KHASANAH, PENGAJIAN AHAD PAGI KIAN MENGAKAR DAN MENGGUGAH
Gunungkidul TV – Suasana Ahad pagi di Padukuhan Kepek 1 Kepek Wonosari terasa lebih hidup dari biasanya. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, ratusan jamaah mulai berdatangan menuju Masjid Nurul Hasanah untuk mengikuti Pengajian Ahad Pagi (PAP) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalurahan Kepek, Ahad (07/06/2026).
Takmir masjid, jamaah, hingga relawan tampak sibuk menyambut para peserta yang datang dari berbagai padukuhan. Lantunan salam, sapaan hangat, dan senyum persaudaraan menjadi pemandangan yang menghidupkan suasana pagi. Diperkirakan sekitar 400 jamaah hadir mengikuti kegiatan yang telah menjadi salah satu media syiar dan penguat ukhuwah warga Muhammadiyah di Kalurahan Kepek tersebut. Kegiatan PAP kali ini semakin terasa hangat karena konsumsi disiapkan secara gotong royong oleh jamaah Masjid Nurul Hasanah Padukuhan Kepek 1. Kebersamaan sederhana seperti inilah yang justru menjadi kekuatan utama gerakan dakwah berbasis jamaah. Dari dapur-dapur warga hingga halaman masjid, semangat melayani dan berbagi tampak berjalan tanpa sekat.
Dalam pengajian tersebut, jamaah mendapatkan siraman rohani yang menyejukkan sekaligus membangkitkan semangat bermasyarakat dan beragama. Tidak sekadar menjadi agenda rutin, PAP juga menjadi ruang silaturahmi antar warga Muhammadiyah lintas generasi. Menariknya, kegiatan ini juga menunjukkan semangat kemandirian organisasi yang terus tumbuh di lingkungan PRM Kepek. Dari infaq jamaah yang terkumpul sebesar Rp2.120.000, alokasi pembagiannya dilakukan secara proporsional untuk mendukung keberlangsungan dakwah dan pelayanan umat. Sebesar Rp1.060.000 dialokasikan untuk kas Masjid Nurul Hasanah Kepek 1, sementara Rp1.060.000 lainnya digunakan untuk mendukung kas PRM Kepek, PRA Kepek, dan Mobil Siaga. Secara khusus, Rp50.000 diperuntukkan bagi operasional Mobil Siaga yang selama ini menjadi bagian dari pelayanan sosial warga.
Di balik kegiatan pengajian rutin tersebut, tersimpan manajemen organisasi yang terus bergerak dan bertumbuh. Berdasarkan laporan keuangan PRM Kepek, saldo kas per Desember 2025 tercatat sebesar Rp3.052.500. Selama periode Januari hingga Juni 2026, berbagai pemasukan dari kegiatan PAP, dukungan jamaah, hingga pentasyarufan LAZISMU berhasil menghimpun total pemasukan sebesar Rp13.093.000. Dana tersebut kemudian digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas dakwah dan organisasi, mulai dari transport penceramah, pembuatan banner kegiatan, dukungan untuk PRA Kepek, kegiatan syawalan, rapat koordinasi, hingga bantuan operasional Mobil Siaga. Total pengeluaran PRM selama periode tersebut tercatat sebesar Rp9.690.000.
Dengan pengelolaan tersebut, saldo kas PRM Kepek hingga Juni 2026 tercatat mencapai Rp 6.455.500. Sementara itu, saldo khusus untuk peruntukan Mobil Siaga sebesar Rp150.000 yang berasal dari infaq jamaah dan warga Muhammadiyah.
Bagi sebagian orang, angka-angka tersebut mungkin hanya sebatas laporan administrasi. Namun bagi jamaah Muhammadiyah Kepek, laporan itu adalah cermin amanah, gotong royong, dan kepercayaan warga terhadap gerakan dakwah yang terus dirawat bersama. PAP PRM Kepek bukan hanya tentang ceramah agama di hari Ahad pagi. Lebih dari itu, kegiatan ini telah menjadi ruang membangun solidaritas sosial, memperkuat budaya transparansi, serta menanamkan nilai bahwa dakwah dapat berjalan kuat ketika ditopang oleh kebersamaan jamaah. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, semangat warga Muhammadiyah Kepek menjadi bukti bahwa masjid masih menjadi pusat peradaban umat. Dari masjid, lahir gerakan ilmu, kepedulian, pelayanan sosial, hingga penguatan ekonomi jamaah yang terus tumbuh secara perlahan namun pasti.
Dengan semangat kolektif tersebut, PRM Kepek terus menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga diwujudkan melalui tata kelola organisasi yang amanah, keterlibatan jamaah, dan pelayanan nyata bagi masyarakat sekitar. (Red)

