HEBOH !! WISATAWAN BAYAR RP60 RIBU, TIKET PANTAI GUNUNGKIDUL TERCATAT SETENGAHNYA
Gunungkidul TV – Riuh perbincangan warganet mendadak mengarah ke kawasan wisata pantai di Gunungkidul. Sebuah unggahan yang memperlihatkan dugaan kejanggalan transaksi tiket masuk viral di media sosial, memantik perhatian publik sekaligus pertanyaan tentang transparansi pengelolaan retribusi wisata.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (08/04/2026) saat seorang wisatawan mengaku membayar tiket masuk sebesar Rp60 ribu untuk empat orang. Namun, saat menerima karcis, ia mendapati jumlah yang tertera hanya untuk dua orang dengan nominal Rp30 ribu.

Unggahan tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah disertai foto struk tiket yang menampilkan detail transaksi, termasuk kode QR. Dalam struk itu tertulis
- Waktu: 2026-04-08 07:45:35
- Tanggal Pesan: 2026-04-08
- Pembayaran: Tunai
- Produk: Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga (2) Rp29.000
Selisih antara jumlah pembayaran dan keterangan pada tiket inilah yang kemudian memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam proses transaksi di lapangan.
Di tengah derasnya spekulasi, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul angkat bicara. Melalui Sekretaris Dinas Pariwisata, Eko Nur Cahyo, pihaknya membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut Eko, persoalan itu telah ditangani langsung di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia memastikan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan praktik yang disengaja, melainkan kesalahan teknis yang segera diselesaikan saat itu juga. “Sudah diselesaikan di tempat,” ujarnya singkat.

Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya akurasi dan transparansi dalam sistem retribusi wisata, terlebih di kawasan seperti Gunungkidul yang menjadi salah satu magnet utama pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di balik debur ombak dan pesona pantai selatan, kepercayaan wisatawan menjadi aset yang tak kalah berharga. Ketika satu celah kecil muncul, ia bisa membesar menjadi gelombang opini di ruang publik digital.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana evaluasi dan perbaikan sistem akan dilakukan. Sebab, bagi wisatawan, bukan hanya keindahan alam yang dicari tetapi juga rasa aman, nyaman, dan kejelasan dalam setiap transaksi. (Red)








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.