MENGINTIP SOSOK JOKO PARWOTO, WAKIL BUPATI GUNUNGKIDUL YANG PERNAH JADI DIPLOMAT INTERNASIONAL, KINI MENGABDI UNTUK TANAH KELAHIRAN

Gunungkidul TV – Tak semua pemimpin daerah memiliki perjalanan hidup yang berliku sekaligus lintas profesi. Di balik kesibukannya sebagai Wakil Bupati Gunungkidul periode 2025–2030, sosok Joko Parwoto, S.E., M.M. menyimpan kisah perjalanan yang menarik untuk ditelusuri.

Bagi sebagian masyarakat, nama Joko Parwoto identik dengan pasangan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam memimpin Kabupaten Gunungkidul selama lima tahun ke depan. Namun, di balik jabatan yang kini diembannya, terdapat pengalaman panjang yang membentuk karakter kepemimpinannya, mulai dari dunia bisnis, diplomasi internasional, hingga pengabdian di sektor pertanian.

Yang menarik, Joko Parwoto bukanlah sosok yang datang dari luar daerah. Ia lahir di Kabupaten Gunungkidul pada 7 Oktober 1968. Latar belakang sebagai putra daerah membuatnya memahami karakter masyarakat, budaya, hingga tantangan pembangunan yang dihadapi wilayah yang dikenal dengan bentang alam karst dan potensi wisatanya tersebut.

Menempuh Pendidikan hingga Selandia Baru

Perjalanan pendidikan Joko Parwoto juga mencerminkan semangat untuk terus belajar. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, ia melanjutkan studi Sarjana Manajemen di Universitas Pancasila, Jakarta. Keinginannya memperluas wawasan membawanya menimba ilmu di luar negeri melalui pendidikan Diploma Bisnis dan Administrasi di Massey University, Selandia Baru. Pengalaman akademik internasional tersebut kemudian dilengkapi dengan gelar Magister Manajemen dari Universitas Atma Jaya Jakarta, yang memperkuat kompetensinya dalam bidang kepemimpinan, organisasi, dan manajemen.

Bekal pendidikan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai tanggung jawab, baik di dunia usaha maupun pemerintahan.

Pernah Menjadi Diplomat Kehormatan Indonesia

Salah satu sisi yang belum banyak diketahui masyarakat adalah kiprah Joko Parwoto di bidang diplomasi. Sebelum aktif di pemerintahan daerah, ia pernah dipercaya sebagai Konsul Jenderal Kehormatan Kepulauan Solomon untuk Indonesia pada periode 2012–2014.

Kepercayaan internasional kembali diberikan kepadanya ketika menjabat sebagai Konsul Kehormatan Republik Islam Mauritania untuk Indonesia pada periode 2017–2020. Jabatan tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan juga menjadi jembatan dalam mempererat hubungan kerja sama, komunikasi, dan persahabatan antarnegara di berbagai bidang.

Pengalaman ini menjadi nilai tambah yang relatif jarang dimiliki oleh seorang kepala daerah atau wakil kepala daerah di tingkat kabupaten.

Berkarier di Dunia Bisnis Selama Belasan Tahun

Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, Joko Parwoto lebih dahulu membangun karier sebagai pelaku usaha. Ia menjabat sebagai Direktur Utama Duta Wijaya Transportation Service selama kurang lebih 17 tahun, yakni sejak 1999 hingga 2016.

Perjalanan panjang di sektor swasta memberikan pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, strategi bisnis, pelayanan, hingga pengambilan keputusan yang efektif. Pengalaman tersebut kini menjadi salah satu bekal dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menaruh Perhatian pada Dunia Pertanian

Meski memiliki pengalaman internasional dan bisnis, perhatian Joko Parwoto terhadap sektor pertanian tetap menjadi salah satu fokusnya. Ia dipercaya memimpin DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Gunungkidul, sebuah amanah yang menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat Gunungkidul.

Di tengah tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan modernisasi pertanian, keterlibatannya di organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan.

Mengabdi untuk Tanah Kelahiran

Kini, Joko Parwoto mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Gunungkidul periode 2025–2030, mendampingi Bupati Endah Subekti Kuntariningsih dalam memimpin jalannya pemerintahan serta pembangunan daerah. Perjalanan hidupnya memperlihatkan perpaduan pengalaman sebagai putra daerah, akademisi, pelaku usaha, diplomat kehormatan, hingga tokoh yang aktif di bidang pertanian.

Dengan latar belakang yang beragam tersebut, masyarakat tentu berharap berbagai pengalaman yang dimilikinya dapat menjadi modal untuk menghadirkan inovasi, memperkuat pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul. Di balik kesederhanaannya, Joko Parwoto membawa cerita yang tak banyak diketahui publik. Dari ruang diplomasi internasional hingga ruang rapat pemerintahan daerah, perjalanan itu kini bermuara pada satu tujuan: mengabdikan pengalaman dan pengetahuannya bagi kemajuan tanah kelahirannya, Kabupaten Gunungkidul.

__Terbit pada
Juli 10, 2026
__Kategori
Ragam