KEPEK WONOSARI BERGERAK !! 66 KETUA RT DAN 10 KETUA RW DIKUKUHKAN SERENTAK, SIAP JADI GARDA TERDEPAN WARGA

Gunungkidul TV – Suasana Aula Balai Kalurahan Kepek, Senin (15/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Deretan kursi yang terisi penuh, wajah-wajah penuh semangat, serta nuansa kebersamaan yang terasa hangat menjadi saksi momentum penting bagi kehidupan masyarakat Kalurahan Kepek.

Sebanyak 66 Ketua Rukun Tetangga (RT) dan 10 Ketua Rukun Warga (RW) resmi dikukuhkan secara serentak oleh Lurah Kalurahan Kepek Wonosari, Bambang Setiawan Budi Santoso. Bagi sebagian orang, pengukuhan RT dan RW mungkin terlihat sebagai agenda administratif rutin. Namun di balik prosesi tersebut tersimpan makna yang jauh lebih besar.

Mereka yang dikukuhkan merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat, penjaga harmoni lingkungan, sekaligus penggerak gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama kehidupan desa. Sejak pagi, para ketua RT dan RW yang berasal dari berbagai padukuhan hadir dengan penuh antusias. Mereka datang membawa harapan baru untuk memperkuat pelayanan dan mempererat hubungan sosial di lingkungan masing-masing.

Carik Kalurahan Kepek, Sari Utami Prasetyani menjelaskan bahwa pengukuhan dilakukan terhadap seluruh ketua RT yang tersebar di seluruh wilayah kalurahan. “Jumlah tersebut meliputi Padukuhan Kepek I sebanyak 7 RT, Padukuhan Kepek II sebanyak 5 RT, Padukuhan Trimulyo I sebanyak 6 RT, Padukuhan Trimulyo II sebanyak 4 RT, Padukuhan Bansari sebanyak 7 RT, Padukuhan Jeruk sebanyak 7 RT, Padukuhan Kranon sebanyak 5 RT, Padukuhan Sumbermulyo sebanyak 7 RT, dan Padukuhan Tegalmulyo sebanyak 8 RT. Selain itu, sebanyak 10 Ketua RW juga dikukuhkan dalam kesempatan yang sama,“ kata Sari Utami Prasetyani Carik Kalurahan Kepek Wonosari.

Pengukuhan serentak ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pemerintah kalurahan semata, melainkan juga pada kepemimpinan yang tumbuh dari lingkungan terkecil masyarakat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Lurah Kepek, seluruh dukuh se-Kalurahan Kepek yang berjumlah sepuluh orang, serta Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal). Kehadiran para pemangku kepentingan desa itu menunjukkan dukungan penuh terhadap para ketua RT dan RW yang akan menjalankan amanah baru di tengah masyarakat.

Di era yang semakin dinamis, peran RT dan RW justru semakin strategis. Mereka tidak hanya menjadi penghubung antara warga dan pemerintah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sosial, mendukung program pembangunan, hingga menjaga semangat kebersamaan di lingkungan masing-masing. Pengukuhan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan desa sesungguhnya dibangun dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Dari rapat warga di gardu kampung, kerja bakti membersihkan lingkungan, hingga pendampingan warga yang membutuhkan bantuan, semua berawal dari kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.

Kalurahan Kepek sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki tradisi gotong royong kuat. Dengan dikukuhkannya 76 pemimpin lingkungan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat semakin kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. Lebih dari sekadar seremoni, pengukuhan ini menjadi momentum lahirnya energi baru bagi Kalurahan Kepek. Sebab, ketika RT dan RW bergerak bersama, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga rumah besar yang tumbuh dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong yang tak pernah lekang oleh waktu. “Membangun desa dimulai dari lingkungan terkecil. Ketika RT dan RW kuat, maka Kalurahan Kepek akan semakin kuat.” Kalimat itu terasa menjadi pesan yang hidup dalam pengukuhan serentak yang berlangsung hangat dan penuh optimisme tersebut. (Red)

__Terbit pada
Juni 15, 2026
__Kategori
News