PAD PARIWISATA GUNUNGKIDUL TEMBUS 17 M DI AWAL 2026, SYAWALAN FORKOM POKDARWIS DAN DESA WISATA PERKUAT BARISAN PELAKU WISATA

Gunungkidul TV – Pagi di Bumi Handayani Kabupaten Gunungkidul selalu punya cara sendiri untuk menyapa. Ombak berkejaran di antara tebing karst, cahaya matahari menembus celah goa, dan angin laut membawa cerita tentang ribuan langkah wisatawan yang datang silih berganti. Di balik keindahan itu, ada denyut ekonomi yang terus bergerak pelan tapi pasti menguatkan fondasi daerah melalui sektor pariwisata.

Hingga 7 April 2026, geliat itu tercermin dari capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi pariwisata yang telah menyentuh angka Rp17.515.360.980. Dari target Rp36.064.663.400, capaian ini setara dengan 48,58 persen sebuah angka yang menunjukkan optimisme kuat di awal perjalanan tahun ini.

Gb. Realisasi PAD Retribusi Pariwisata di Kabupaten Gunungkidul sampai 7 April 2026
Gb. Realisasi PAD Retribusi Pariwisata di Kabupaten Gunungkidul sampai 7 April 2026

Namun, cerita Pariwisata Gunungkidul tak hanya berbicara tentang angka. Ia juga hidup dalam kebersamaan, salah satunya melalui momentum syawalan yang digelar pada Kamis, 9 April 2026. Bertempat di Gedung Semaul Kompleks Destinasi Wisata Water Byur, Kalurahan Ponjong, suasana hangat terasa saat para pelaku wisata berkumpul dalam satu ruang silaturahmi.

Sebanyak 62 pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Desa Wisata se-Kabupaten Gunungkidul hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang bukan sekadar untuk bermaaf-maafan dalam nuansa lebaran, tetapi juga memperkuat jejaring dan semangat bersama dalam memajukan pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono, menegaskan bahwa peran Pokdarwis dan desa wisata sangat krusial penting. Menurutnya, keberadaan mereka adalah embrio awal kebangkitan dan kemajuan pariwisata Gunungkidul. “Tidak bisa dipungkiri, pengelola Pokdarwis dan desa wisata menjadi fondasi penting. Capaian hingga April 2026 yang sudah menyentuh 48,58 persen dari target PAD adalah bukti nyata kerja bersama,” ujar Hari Sukmono Kepala Disparekrafpora Gunungkidul.

Ia juga berharap, momentum syawalan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata. Lebih dari itu, menjadi ruang terbuka untuk komunikasi dua arah antara pelaku wisata dan pemerintah daerah. “Silaturahmi ini harus terus terjaga. Jangan segan memberikan masukan demi kemajuan pariwisata. Kami terbuka, dan kantor Disparekrafpora selalu siap menjadi tempat berdiskusi,” tambahnya.

Di destinasi-destinasi unggulan, denyut kebangkitan itu terasa semakin nyata. Pantai-pantai yang dulu sunyi kini ramai oleh wisatawan, goa-goa eksotis menjadi magnet petualangan, sementara perbukitan menghadirkan panorama matahari yang tak pernah gagal memikat. Semua bergerak dalam satu irama: menguatkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Syawalan di Kalurahan Ponjong pun menjadi simbol bahwa pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi juga tentang manusia di baliknya tentang gotong royong, kolaborasi, dan rasa memiliki yang tumbuh dari bawah. Gunungkidul hari ini bukan lagi sekadar tujuan wisata, melainkan kisah tentang kebangkitan yang dirawat bersama. Dengan semangat yang terus menyala dan sinergi yang kian erat, langkah menuju target 2026 terasa semakin dekat.

Dan di setiap pertemuan, seperti syawalan ini, selalu ada harapan baru yang disemai bahwa pariwisata Gunungkidul akan terus melaju, meraih lebih tinggi, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi semua. (Red)

__Terbit pada
April 9, 2026
__Kategori
News