SENTUHAN KASIH SAYANG WARNAI HARI PERTAMA SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH SIRAMAN, AWAL INDAH MENCETAK GENERASI BERKARAKTER ISLAMI
Gunungkidul TV – Ada suasana yang berbeda di halaman SD Muhammadiyah Siraman pada Selasa (14/7/2026). Sejak pagi, tawa riang anak-anak berpadu dengan sapaan hangat para guru menciptakan atmosfer yang menenangkan. Hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027 bukan sekadar dimulainya aktivitas belajar, melainkan menjadi awal perjalanan baru yang dipenuhi semangat, harapan, dan kasih sayang.
Ratusan siswa dari kelas I hingga kelas VI mengikuti Apel Pembukaan Tahun Ajaran Baru yang dirangkai dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Orang tua yang mengantar putra-putrinya pun tampak larut dalam kebahagiaan menyaksikan langkah awal anak-anak mereka memasuki dunia pendidikan yang penuh makna.

Di bawah hangatnya sinar mentari pagi, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa berdiri bersama dalam satu barisan. Wajah-wajah penuh optimisme menghiasi halaman sekolah, seolah menjadi simbol bahwa setiap awal selalu membawa harapan baru. Dalam amanatnya, Kepala SD Muhammadiyah Siraman mengajak seluruh warga sekolah untuk memulai tahun ajaran dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. “Mari kita awali tahun ajaran ini dengan niat yang lurus, semangat yang tinggi, dan tekad untuk terus menjadi lebih baik. Jadikan setiap hari di sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, beribadah, berkarya, dan saling menghormati,“ pesannya di hadapan seluruh peserta apel.
Pesan tersebut bukan sekadar menjadi pembuka kegiatan, melainkan menjadi fondasi bagi perjalanan pendidikan selama satu tahun ke depan. SD Muhammadiyah Siraman menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik secara utuh. Sekolah terus mengembangkan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, dan emosional. Nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As-Sunnah menjadi pijakan utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta siap menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Momen paling menyentuh hadir ketika Kepala Sekolah berpesan kepada siswa kelas II hingga kelas VI agar menjadi kakak yang baik bagi adik-adik kelas I. Mereka diajak menjadi uswah hasanah, memberikan teladan melalui sikap santun, kepedulian, dan semangat saling membantu selama proses MPLS berlangsung. Pesan sederhana tersebut menghadirkan suasana haru. Di sekolah ini, MPLS tidak dimaknai sebagai ajang perkenalan semata, tetapi sebagai awal tumbuhnya budaya saling menjaga, saling menghormati, dan saling menguatkan dalam keluarga besar sekolah.

Para guru pun menyambut siswa baru dengan penuh keramahan. Berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dirancang agar berlangsung aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perundungan. Anak-anak diajak mengenal ruang belajar, budaya sekolah, tata tertib, hingga berbagai kegiatan yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka. Semangat kebersamaan yang terlihat sejak pagi menjadi cerminan bahwa pendidikan terbaik lahir dari hubungan yang hangat antara sekolah, peserta didik, dan keluarga. Ketika anak merasa diterima, dihargai, dan dicintai, proses belajar pun akan tumbuh secara alami.
Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di SD Muhammadiyah Siraman akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang membangun generasi yang cerdas, berkarakter Islami, berprestasi, peduli terhadap sesama, dan siap menjadi penerus bangsa yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat baru yang menggelora, SD Muhammadiyah Siraman kembali meneguhkan komitmennya sebagai rumah belajar yang menghadirkan ilmu, akhlak, serta kasih sayang dalam setiap langkah pendidikan. Dari halaman sekolah yang sederhana inilah, harapan besar untuk masa depan Indonesia kembali ditanamkan. (Red)


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.