DANREM 072 PAMUNGKAS DAN IMIGRASI DIY PERKUAT SINERGI, BABINSA JADI GARDA TERDEPAN PENGAWASAN WILAYAH

Gunungkidul TV – Di balik kokohnya keamanan sebuah daerah, terdapat kolaborasi yang terus dibangun tanpa henti. Semangat itulah yang tampak dalam pertemuan antara Komandan Korem (Danrem) 072 Pamungkas, Brigjen TNI Yanuar Dwi Hantono, dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yuni Santi Nurani, di Ruang Hatta Makorem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No. 4, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu bukan sekadar ajang silaturahmi antarlembaga. Lebih dari itu, keduanya membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengawasan wilayah, meningkatkan koordinasi lintas instansi, serta menjaga stabilitas keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui sinergi yang lebih erat.

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY yang baru, Yuni Santi Nurani, untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan arah kebijakan yang akan dijalankan. Salah satu fokus utama yang diusung adalah memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis wilayah melalui pendekatan edukatif hingga ke tingkat desa.

Program tersebut tidak hanya menyasar peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keimigrasian, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap keberadaan serta aktivitas warga negara asing yang berada di wilayah DIY. Dalam implementasinya, Imigrasi DIY memandang kolaborasi dengan aparat kewilayahan sebagai kunci keberhasilan. Peran Babinsa dinilai sangat strategis karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami dinamika wilayah secara langsung. Dengan sinergi tersebut, proses deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus memperlancar pertukaran informasi antarinstansi. “Kami berharap petugas imigrasi di lapangan dapat berkolaborasi dengan Babinsa sehingga pengawasan wilayah dapat berjalan lebih optimal dan efektif,“ ujar Yuni Santi Nurani.

Gayung pun bersambut. Danrem 072 Pamungkas menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun Direktorat Jenderal Imigrasi DIY. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kebutuhan yang semakin penting di tengah dinamika perkembangan masyarakat dan mobilitas global yang terus meningkat. Brigjen TNI Yanuar Dwi Hantono menegaskan bahwa Korem 072 Pamungkas siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang bertujuan menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat melalui kerja sama yang berkesinambungan.

Ia juga menjelaskan bahwa Korem 072 Pamungkas memiliki cakupan wilayah yang luas dengan membawahi 10 Komando Distrik Militer (Kodim) yang tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta serta wilayah eks Karesidenan Kedu. Jaringan teritorial tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pengawasan wilayah berbasis masyarakat.

Menariknya, Makorem 072 Pamungkas bukan hanya memiliki fungsi strategis dalam pertahanan wilayah, tetapi juga menyimpan nilai historis yang tinggi. Satuan ini pernah dipimpin oleh Jenderal Besar Soeharto sebagai Danrem pertama dan bangunannya menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan bangsa karena pernah digunakan sebagai tempat kerja Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Warisan sejarah tersebut menjadi simbol bahwa Korem 072 Pamungkas tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga meneruskan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara melalui berbagai bentuk kolaborasi. “Pada prinsipnya, Korem 072/Pamungkas siap mendukung dan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, termasuk melalui peran Babinsa di wilayah, sehingga berbagai program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,“ tegas Danrem.

Pertemuan ini menandai komitmen bersama antara TNI dan Imigrasi untuk membangun sistem pengawasan wilayah yang semakin adaptif, responsif, dan terintegrasi. Dengan mengedepankan kolaborasi hingga tingkat desa, diharapkan berbagai potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini, sekaligus memperkuat rasa aman bagi masyarakat. Di era mobilitas manusia yang semakin tinggi, sinergi lintas instansi menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memastikan Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat maupun warga negara asing yang beraktivitas sesuai ketentuan.

Kolaborasi yang terjalin hari ini bukan hanya memperkuat koordinasi kelembagaan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sistem pengawasan wilayah yang modern, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin berkualitas. (Red)

__Terbit pada
Juli 15, 2026
__Kategori
News