DINI HARI YANG MENGHANGATKAN GUNUNGKIDUL, SAAT KORAMIL JADI RUANG KEBERSAMAAN TNI DAN WARGA MENYAKSIKAN DUEL PRANCIS VS SPANYOL
Gunungkidul TV – Dini hari biasanya identik dengan suasana sunyi. Jalanan lengang, lampu rumah mulai dipadamkan, dan sebagian besar warga masih terlelap. Namun suasana berbeda tampak di sejumlah Koramil jajaran Kodim 0730/Gunungkidul pada Rabu (15/7/2026) dini hari.
Sejak pukul 02.00 WIB, halaman dan aula Koramil di berbagai wilayah mulai dipenuhi masyarakat. Bukan karena kegiatan darurat atau apel malam, melainkan sebuah momen sederhana yang menghadirkan kehangatan: nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia antara Prancis melawan Spanyol.

Layar proyektor berukuran besar dipasang di tengah ruangan. Tikar digelar berdampingan. Gelas-gelas kopi dan teh hangat mengepul di udara yang masih dingin, sementara aneka makanan rebusan khas Gunungkidul tersaji menemani jalannya pertandingan. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Semua duduk bersama, berbincang, bercanda, lalu larut dalam euforia sepak bola. Inilah wajah lain dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sebuah kebersamaan yang lahir dari aktivitas sederhana, namun menyimpan makna besar bagi kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan nonton bareng yang digelar serentak oleh Koramil jajaran Kodim 0730/Gunungkidul tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi sosial (Komsos) antara aparat teritorial dengan masyarakat di wilayah binaannya. Komandan Kodim 0730 Gunungkidul menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang. “Sepak bola adalah bahasa universal yang disukai semua kalangan. Melalui nobar ini, kami ingin menciptakan ruang interaksi yang santai dan tanpa sekat antara prajurit TNI dan masyarakat. Di sinilah kemanunggalan TNI-Rakyat itu nyata, kita tertawa dan bersorak bersama,“ ujarnya.
Pesan tersebut benar-benar terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Di sela-sela pertandingan, warga memanfaatkan kesempatan untuk berbincang santai dengan para Babinsa. Obrolan ringan tentang sepak bola perlahan berganti menjadi diskusi mengenai kondisi lingkungan, keamanan wilayah, hingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Suasana yang cair membuat komunikasi terasa lebih akrab. Warga mengaku semakin nyaman menyampaikan aspirasi maupun informasi kepada aparat kewilayahan. Hubungan yang sebelumnya mungkin terasa formal berubah menjadi lebih dekat dan penuh kekeluargaan.
Tak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Berkumpulnya warga di Koramil pada jam-jam rawan secara tidak langsung ikut mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran aparat bersama warga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Meski pertandingan berlangsung hingga menjelang subuh, semangat para penonton tidak surut sedikit pun. Setiap peluang emas, penyelamatan gemilang, hingga gol yang tercipta langsung disambut sorak sorai yang menggema memenuhi area Koramil. Momentum tersebut menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi perekat kebersamaan. Dalam satu layar, berbagai perbedaan melebur menjadi semangat yang sama: menikmati pertandingan sambil mempererat persaudaraan.

Program seperti ini sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan humanis TNI kepada masyarakat tidak selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Ruang-ruang kebersamaan yang sederhana justru mampu membangun kedekatan emosional yang lebih kuat. Di tengah perkembangan zaman yang semakin digital, ketika interaksi langsung mulai berkurang, kegiatan nobar menjadi media efektif untuk kembali menghadirkan kehangatan antarwarga sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Pertandingan Prancis kontra Spanyol akhirnya berakhir setelah menyuguhkan duel yang berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan. Namun bagi warga Gunungkidul, malam itu bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah di lapangan hijau. Yang lebih berkesan adalah kebersamaan yang tercipta. Secangkir kopi, tawa yang mengalir, sorakan yang bergema, serta dialog hangat antara Babinsa dan masyarakat menjadi kemenangan tersendiri.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Kodim 0730/Gunungkidul kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan saat menghadapi tantangan, tetapi juga tumbuh melalui momen-momen kebersamaan yang mampu mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni di tengah masyarakat. (Red)


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.