TIGA NAHKODA BARU GUNUNGKIDUL DILANTIK, BUPATI ENDAH KIRIM PESAN TEGAS: BANSOS HARUS TEPAT SASARAN, STOP PERJALANAN DINAS YANG TAK BERDAMPAK
Gunungkidul TV – Suasana khidmat menyelimuti Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Selasa (14/7/2026). Di tempat yang sarat nilai sejarah pemerintahan Kabupaten Gunungkidul itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Prosesi yang berlangsung penuh khidmat tersebut bukan sekadar pergantian jabatan birokrasi. Lebih dari itu, pelantikan menjadi simbol dimulainya babak baru dalam memperkuat kualitas pelayanan publik, mempercepat reformasi birokrasi, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, profesional, dan berpihak kepada masyarakat.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 41/UP.D/D4 yang ditetapkan pada 13 Juni 2026. Tiga pejabat yang resmi mengemban amanah baru adalah:
- Dr. Diah Prasetyorini, M.Sc., yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wonosari, kini dipercaya sebagai Direktur RSUD Wonosari.
- MH. Arham Masudi, S.STP., M.AP., dari jabatan Kepala Bagian Protokol, Komunikasi Pimpinan dan Rumah Tangga kini dipercaya memimpin Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
- Arisandi Purba, A.P., M.P.A., yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan, kini resmi menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gunungkidul.
Sumpah Jabatan, Janji Mengabdi untuk Masyarakat
Di hadapan Bupati dan para tamu undangan, ketiga pejabat mengucapkan sumpah jabatan dengan penuh kesungguhan. Mereka berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menaati seluruh peraturan perundang-undangan, menjaga integritas, menjunjung tinggi etika jabatan, serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa setiap jabatan publik bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata bagi kepentingan masyarakat.
Pesan Tegas Bupati: Jangan Sampai Bansos Salah Sasaran
Dalam arahannya, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan pesan yang kuat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, jabatan bukanlah hadiah ataupun promosi semata, melainkan bentuk kepercayaan yang kelak harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mengutip semangat para pendiri bangsa, Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk bekerja dengan kejujuran, ketulusan, dan tanpa kemunafikan.
Pesan paling tegas disampaikan saat menyinggung penyaluran bantuan sosial
Bupati menegaskan bahwa praktik bantuan sosial yang tidak tepat sasaran tidak boleh lagi terjadi di Gunungkidul. “Tidak boleh lagi ada warga yang secara ekonomi mampu justru menerima bantuan sosial, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan terlewatkan.“
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya efisiensi penggunaan anggaran daerah. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah menghentikan perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. Menurutnya, anggaran pemerintah harus difokuskan pada program-program yang benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Pelayanan Publik Menjadi Prioritas
Pelantikan ini juga membawa harapan baru di berbagai sektor strategis. Di bidang kesehatan, kehadiran Direktur RSUD Wonosari yang baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit sebagai rujukan utama masyarakat Gunungkidul.
Sementara itu, Dinas Sosial akan menghadapi tantangan besar dalam memastikan seluruh program perlindungan sosial berjalan tepat sasaran, transparan, dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di sisi lain, Satpol PP di bawah kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat penegakan peraturan daerah dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.
Komitmen Mengabdi untuk Gunungkidul
Salah satu pejabat yang baru dilantik, MH. Arham Masudi, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan akan bekerja sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Saya siap mengabdikan hidup bagi masyarakat Gunungkidul dengan penuh tanggung jawab sebagai tindak lanjut atas kepercayaan yang diberikan kepada saya.”
Pernyataan tersebut menjadi cerminan semangat pengabdian yang diharapkan tumbuh dalam setiap aparatur sipil negara.
Menuju Gunungkidul yang Lebih Responsif dan Berkeadilan
Menutup arahannya, Bupati Endah mengajak seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Pelantikan tiga pejabat tinggi pratama ini pun menjadi awal perjalanan baru bagi birokrasi Gunungkidul. Harapan masyarakat kini tertuju pada lahirnya pelayanan publik yang semakin profesional, bantuan sosial yang benar-benar tepat sasaran, tata kelola anggaran yang lebih efisien, serta pemerintahan yang semakin dekat dengan rakyat.
Dengan semangat pengabdian dan integritas yang ditegaskan dalam pelantikan tersebut, langkah menuju Gunungkidul yang adil, makmur, dan melayani diharapkan semakin nyata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Red)

