TRAGIS !!! LUPA MATIKAN KOMPOR, RUMAH WARGA PANGGANG KAPANEWON TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL HANGUS 90 PERSEN

Gunungkidul TV – Siang yang semestinya berjalan biasa di Padukuhan Panggang, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, mendadak berubah menjadi kepanikan. Asap hitam membumbung tinggi dari sebuah rumah warga pada Senin (13/4/2026), mengundang perhatian tetangga yang segera berhamburan keluar rumah.

Rumah milik Karim (71), seorang lansia yang tinggal bersama satu anggota keluarga lainnya, menjadi pusat kobaran api. Peristiwa itu diduga bermula dari aktivitas memasak yang terlewatkan kompor yang lupa dimatikan saat ditinggal ke ladang menjadi pemicu awal kebakaran.

Tak butuh waktu lama, api merambat cepat, melahap bangunan semi permanen berukuran sekitar 8×12 meter serta bagian dapur berukuran 6×8 meter. Material rumah yang mudah terbakar membuat api kian sulit dikendalikan. Saat warga menyadari kejadian tersebut, sebagian besar bangunan sudah dalam kondisi hangus. Warga sekitar bergerak cepat. Laporan segera diteruskan ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Gunungkidul. Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, pemadam kebakaran, aparat kepolisian, hingga relawan dan masyarakat setempat turun ke lokasi. Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang dialami korban cukup besar. Hampir seluruh isi rumah tak terselamatkan mulai dari dokumen penting seperti sertifikat, perhiasan, peralatan elektronik, uang tunai, hingga perabot rumah tangga dan hasil panen milik korban ikut musnah dilalap api. Diperkirakan, total kerugian mencapai sekitar Rp150 juta.

Kini, rumah tersebut tidak lagi dapat dihuni. Bagian utama dan dapur mengalami kerusakan hingga 90 persen, menyisakan puing-puing yang masih berasap di beberapa titik. Di tengah musibah ini, semangat gotong royong warga kembali menjadi cahaya.

Rencana kerja bakti untuk membersihkan sisa kebakaran telah disusun, sebagai langkah awal membantu korban bangkit dari keterpurukan. Bantuan logistik, terutama kebutuhan makanan dan sandang, juga sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pemulihan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya kelalaian kecil yang dapat berujung besar. Di balik hangusnya bangunan, terselip pelajaran tentang kewaspadaan, solidaritas, dan kepedulian antarwarga yang tetap menyala di tengah duka. (Red)

__Terbit pada
April 13, 2026
__Kategori
News