JUMAT BESOK IKUTILAH !! SHOLAT IDUL FITRI 1447 DI LAPANGAN ALUN-ALUN PEMDA WONOSARI GUNUNGKIDUL
Gunungkidul TV – Langit pagi di Pusat Ibukota Kabupaten Gunungkidul yakni Kota Wonosari selalu punya cara sendiri menyambut hari kemenangan.
Hembusan angin yang lembut, langit yang perlahan berpendar terang, serta langkah-langkah masyarakat yang bergegas menuju satu titik semuanya menyatu dalam suasana yang khidmat sekaligus hangat. Tahun ini, gema takbir akan kembali berpuncak dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang dipusatkan di Lapangan Alun-Alun Wonosari.
Besok Jumat pagi, (20/03/2026) mulai pukul 06.30 WIB, kawasan jantung kota ini akan diproyeksikan dipenuhi jamaah dari berbagai penjuru Gunungkidul. Tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, momen ini adalah perayaan spiritual yang sarat makna tentang kembali ke fitrah, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan nilai kebersamaan.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri kali ini akan menghadirkan sosok H. Budiman Al Hafidz sebagai imam. Dengan suara yang dikenal merdu dan penuh kekhusyukan, ia diharapkan mampu mengantarkan jamaah pada pengalaman ibadah yang mendalam. Sementara itu, khutbah Idul Fitri akan disampaikan oleh Dr. Muh. Ikhwan Ahada, yang akan mengajak umat merefleksikan perjalanan Ramadan serta menguatkan komitmen menuju kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Wonosari dan Formasi Gunungkidul, yang terus berupaya menghadirkan ruang ibadah yang tertib, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah, Sholat Idul Fitri di Alun-Alun Wonosari juga menjadi panggung kebersamaan. Anak-anak dengan baju terbaiknya, orang tua yang tersenyum penuh syukur, hingga para perantau yang kembali pulang semuanya melebur dalam satu barisan shof yang rapi, menandai berakhirnya Ramadan dengan penuh haru dan harapan.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati sering kali hadir dalam kesederhanaan: bersujud bersama, saling memaafkan, dan memulai kembali dengan hati yang bersih.
Dan ketika gema Allahu Akbar menggema di langit Wonosari pagi itu, Gunungkidul tak hanya merayakan hari raya tetapi juga merayakan persatuan. (Red)







