LIBUR LEBARAN 2026 MELEDAK !! 52 RIBU WISATAWAN SERBU PANTAI GUNUNGKIDUL DALAM SEHARI, UMKM PANEN REZEKI

Gunungkidul TV – Langit cerah di pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul seakan menjadi magnet yang tak terbantahkan. Usai Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, gelombang manusia bergerak menuju garis pantai sepanjang 79 kilometer yang menjadi kebanggaan daerah ini.

Sejak H+1 Lebaran 2026, ribuan wisatawan memadati deretan pantai, menciptakan denyut kehidupan yang riuh sekaligus menghidupkan harapan ekonomi warga. Di antara destinasi yang paling ramai, nama-nama seperti Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sundak, dan Pantai Drini tetap menjadi primadona. Debur ombak, hamparan pasir putih, hingga panorama karang khas pesisir selatan menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Sementara itu, kehadiran destinasi baru bertajuk On The Rock ikut menambah warna, menawarkan pengalaman wisata yang lebih segar bagi para pelancong.

Lonjakan kunjungan tak sekadar terasa ia tercatat jelas dalam angka. Berdasarkan data Dinas Pariwisata setempat, peningkatan mulai terlihat sejak Jumat (20/03/2026). Hari itu, sebanyak 11.926 wisatawan datang dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp147 juta lebih. Sehari berselang, angka tersebut melonjak dua kali lipat: 25.029 pengunjung dengan PAD menembus Rp304 juta.

Puncaknya terjadi pada Ahad l, (22/03/2026). Dalam satu hari saja 52.655 wisatawan memadati kawasan wisata Gunungkidul, menghasilkan PAD hampir Rp700 juta. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa pesona pantai selatan masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan libur Lebaran. Di balik ramainya kunjungan, roda ekonomi lokal pun berputar lebih kencang. Lapak-lapak sederhana di tepi pantai dipenuhi pembeli, aroma kuliner khas laut menggoda setiap langkah, sementara jasa penyewaan tikar, payung, hingga penginapan ikut kebanjiran permintaan. Bagi pelaku UMKM, momen ini bukan sekadar musim ramai melainkan kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyebut bahwa mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah, termasuk para pemudik yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga. Dampaknya terasa langsung pada peningkatan omzet pelaku usaha di sekitar destinasi. Meski demikian, di tengah euforia liburan, kewaspadaan tetap menjadi hal utama. Pemerintah daerah mengingatkan wisatawan untuk menjaga kebersihan dan mematuhi rambu keselamatan, terutama di kawasan pantai yang memiliki karakter ombak kuat.

Di Gunungkidul, libur Lebaran bukan sekadar perayaan usai Ramadan. Ia menjelma menjadi pertemuan antara alam, manusia, dan harapan—tentang bagaimana pariwisata mampu menggerakkan ekonomi sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi siapa saja yang datang menikmati pesonanya. (Red)

__Terbit pada
Maret 24, 2026
__Kategori
News