VIRAL !! TANPA NUNGGU BANTUAN PEMERINTAH, WARGA GADING 1 PLAYEN GUNUNGKIDUL BANGUN JALAN RUSAK JADI KUAT LEWAT GOTONG ROYONG

Gunungkidul TV – Ahad pagi yang lalu (05/04/2026), suasana Dusun Gading 1, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul terasa berbeda. Bukan hanya karena langit yang cerah, tetapi karena ada semangat yang mengalir di antara warga semangat untuk bergerak bersama, memperbaiki apa yang selama ini menjadi keluhan bersama.

Di sebuah ruas jalan kabupaten antar desa dengan lebar sekitar 7 meter, warga tampak sibuk. Ada yang mengaduk semen, mengangkat pasir, menata batu, hingga memasang gorong-gorong. Tak ada aba-aba formal, tak pula seragam khusus. Namun yang terlihat jelas adalah satu hal: gotong royong yang hidup dan bekerja.

Jalan itu bukan sekadar penghubung. Ia adalah jalur penting menuju kawasan pendidikan, termasuk pondok dan SMA Buah Hati di wilayah Ngasem Rejo. Setiap hari, kendaraan roda dua, mobil, hingga truk bermuatan material berat melintas di sana. Ketika kondisi jalan rusak, dampaknya terasa nyata dari aktivitas warga yang terhambat hingga potensi bahaya di musim hujan.

Alih-alih menunggu Pemerintah warga memilih bertindak.

Mereka memulai dengan memasang gorong-gorong sepanjang 7 meter langkah penting untuk mengatasi aliran air yang kerap merusak badan jalan. Di atasnya, dilakukan pengecoran beton agar struktur lebih kuat dan mampu menahan beban kendaraan berat. Upaya ini bukan pekerjaan ringan, tetapi dilakukan dengan penuh kesadaran dan kebersamaan. Hingga kini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 75 persen. Namun bagi warga, ini bukan akhir. Masih ada rencana lanjutan: pemasangan deker atau penahan di sisi kiri jalan, serta perbaikan lanjutan pada bagian jalan yang aspalnya telah rusak.

Yang membuat kisah ini semakin menghangatkan adalah cara mereka membangunnya. Tak ada iuran wajib. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, warga sepakat untuk tidak membebani satu sama lain. Bantuan datang dari kepedulian siapa yang mampu, dipersilakan berkontribusi. Ada yang menyumbang semen. Ada yang membawa besi. Ada pula yang mengirim pasir. Dan yang tak kalah berharga, banyak yang menyumbangkan tenaga secara sukarela.

Jika semua dihitung dengan nilai rupiah, mungkin biaya yang dibutuhkan akan sangat besar. Namun gotong royong mengubah segalanya. Tenaga yang rela, waktu yang disisihkan, dan niat baik yang dikumpulkan bersama menjadi kekuatan yang tak ternilai. “Kalau tidak gotong royong, biaya tenaga kerja bisa sangat besar. Tapi beruntung, warga banyak yang ikhlas membantu,” tutur salah satu warga.

Di sisi lain, warga juga menaruh harapan pada keberlanjutan pembangunan. Mereka berharap rencana pengerukan jalan di wilayah Playen dapat segera terealisasi. Bahkan, mereka siap ikut mendukung dengan membeli material tambahan secara swadaya demi memperlancar proses pembangunan.

Apa yang terjadi di Padukunan Gading 1 bukan sekadar perbaikan infrastruktur. Ini adalah cerita tentang kepedulian, tentang keberanian untuk bergerak, dan tentang keyakinan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Di tengah dunia yang serba cepat dan individual, warga Gading 1 justru menunjukkan sebaliknya bahwa kebersamaan masih menjadi fondasi yang kuat.

Kini, jalan itu perlahan berubah. Dari yang rusak dan terabaikan, menjadi jalur yang kembali layak dilalui. Lebih dari itu, ia menjadi simbol: bahwa harapan bisa dibangun, selama ada kemauan untuk berjalan bersama. Dan di setiap adukan semen, di setiap tetes keringat yang jatuh, tersimpan satu doa sederhana semoga apa yang dilakukan hari ini membawa manfaat, keselamatan, dan keberkahan untuk semua. (Red)

__Terbit pada
April 7, 2026
__Kategori
News