EMPAT CALON BEREBUT DUA KURSI PAMONG NGLINDUR GUNUNGKIDUL, KEMAMPUAN KOMPUTER IKUT JADI PENENTU

Dua formasi jabatan, yakni Kasi Ulu-ulu dan Dukuh Ngepoh, diperebutkan empat calon. Ujian dirancang untuk mengukur pemahaman pemerintahan sekaligus kemampuan mengoperasikan teknologi perkantoran.

Gunungkidul TV – Menjadi pamong kalurahan bukan sekadar menduduki jabatan dalam struktur pemerintahan desa. Lebih dari itu, seorang pamong dituntut memiliki pengetahuan, kecakapan, integritas, serta kemampuan mengikuti perkembangan zaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan ujian pengisian pamong Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, yang digelar di Balai Kalurahan Nglindur, Sabtu (31/10/2026).

Proses seleksi kali ini membuka dua formasi jabatan, yakni Kepala Seksi (Kasi) Ulu-ulu dan Kepala Dukuh Padukuhan Ngepoh. Masing-masing formasi diikuti dua orang calon, sehingga total terdapat empat peserta yang mengikuti tahapan ujian. Meski jumlah peserta tidak banyak, proses seleksi ini menjadi bagian penting dalam menentukan sosok yang nantinya akan mengemban amanah pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat kalurahan.

Bukan Sekadar Menguji Pengetahuan

Panitia Pemilihan Pamong Kalurahan Nglindur, Bambang SP, menjelaskan bahwa materi ujian dirancang untuk mengukur kemampuan calon pamong dari berbagai aspek. Menurutnya, ujian tertulis mencakup sejumlah materi penting, antara lain bidang pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Materi tersebut dinilai penting karena pamong kalurahan harus memahami tata kelola pemerintahan, mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengenal nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta yang menjadi bagian dari karakter pemerintahan daerah. Namun, seleksi tidak berhenti pada kemampuan menjawab soal di atas kertas.

Para peserta juga harus mengikuti ujian praktik komputer dengan materi pengoperasian program Microsoft Word dan Microsoft Excel. Di sinilah kemampuan teknis calon pamong benar-benar diuji. Sebab, dalam penyelenggaraan pemerintahan modern, kemampuan mengolah dokumen, menyusun laporan, serta mengelola data menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan.

Pamong Kalurahan Harus Siap Menghadapi Era Digital

Bambang SP menuturkan, ujian praktik komputer tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengukur kesiapan calon pamong dalam menjalankan tugas administrasi pemerintahan pada masa mendatang. Kemampuan menggunakan Word dan Excel diharapkan dapat menunjang pekerjaan perangkat kalurahan, terutama dalam penyusunan laporan, pengelolaan administrasi, serta mengikuti perkembangan sistem kerja pemerintahan yang semakin berbasis teknologi.

Dengan demikian, calon pamong tidak hanya dituntut memahami teori pemerintahan, tetapi juga harus memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan ketika menjalankan tugas. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat tuntutan pelayanan publik saat ini terus berkembang. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, tertib, transparan, dan didukung administrasi yang baik.

Mencari Pamong yang Kompeten dan Siap Melayani

Pengisian pamong kalurahan bukan semata-mata tentang mengisi jabatan yang kosong. Di balik proses seleksi tersebut, terdapat harapan agar hadir sumber daya manusia yang mampu bekerja, beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kalurahan. Baik jabatan Kasi Ulu-ulu maupun Dukuh Ngepoh memiliki tanggung jawab masing-masing yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kompetensi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi menjadi modal penting bagi siapa pun yang nantinya terpilih.

Pelaksanaan ujian di Kalurahan Nglindur ini sekaligus memberikan gambaran bahwa kebutuhan perangkat pemerintahan di tingkat kalurahan terus berkembang. Pamong masa kini tidak cukup hanya memahami administrasi konvensional, tetapi juga perlu melek teknologi dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik. Pada akhirnya, masyarakat tentu berharap proses seleksi ini melahirkan pamong yang bukan hanya unggul dalam ujian, tetapi juga memiliki komitmen untuk mengabdi.

Sebab, jabatan pamong bukan sekadar posisi, melainkan amanah. Dan ukuran keberhasilan seorang pamong bukan hanya terlihat dari kecakapannya mengerjakan soal ujian, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat melalui pengabdiannya. (Red)

__Terbit pada
Oktober 31, 2026
__Kategori
News