LAPANGAN PERSATUAN KEPEK RAYA SELESAI DIREHAB, AGUS SUROYUDHO SIAP SERAHKAN KE PEMERINTAH KALURAHAN KEPEK WONOSARI
Dari Sepeda Listrik hingga Semar Bangun Khayangan, Syukuran Lapangan Persatuan Kepek Raya Hadirkan Perpaduan Olahraga, Hiburan, dan Pelestarian Budaya Jawa
Gunungkidul TV – Sebuah lapangan bukan sekadar hamparan tanah tempat orang berlari, bermain bola, atau berkumpul. Di sana, kebersamaan tumbuh, persaudaraan terjalin, dan berbagai cerita kehidupan masyarakat menemukan ruangnya. Semangat itulah yang mewarnai selesainya pembangunan dan renovasi Lapangan Persatuan Kepek Raya di Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Fasilitas yang dibangun dan direnovasi oleh Agus Suroyudho tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Pemerintah Kalurahan Kepek untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Momentum ini menjadi kabar menggembirakan bagi warga. Kehadiran lapangan yang lebih representatif diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, kegiatan sosial, hingga ruang ekspresi seni dan budaya.
Untuk menyambut penyerahan tersebut, masyarakat akan diajak menikmati rangkaian acara syukuran yang memadukan hiburan, kebugaran, serta kesenian tradisional. Dua agenda utama telah disiapkan, yakni pagelaran wayang kulit dan senam sehat bersama yang dipastikan menghadirkan suasana meriah.
Wayang Kulit Semar Bangun Khayangan, Tradisi yang Terus Hidup
Rangkaian syukuran akan diawali dengan pagelaran wayang kulit pada Kamis, 15 Oktober 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Lapangan Persatuan Kepek Raya akan menjadi panggung pertunjukan yang mempertemukan masyarakat dengan salah satu warisan seni budaya Jawa. Dalang Ki Yusuf Anshor dijadwalkan membawakan lakon Semar Bangun Khayangan. Lakon ini menjadi bagian dari tradisi pewayangan yang sarat dengan nilai kehidupan, kebijaksanaan, dan pesan moral.
Pertunjukan semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu Apri dan Mimin, serta Niken Sarintem dan Mbah Baut sebagai pengisi hiburan campursari. Perpaduan wayang kulit dan campursari diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Warga dapat menikmati hiburan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Jawa kepada generasi muda.
Di tengah derasnya hiburan digital dan perubahan gaya hidup, pertunjukan wayang kulit tetap memiliki tempat istimewa. Bukan hanya sebagai tontonan, kesenian ini juga menjadi sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui kisah, karakter, humor, dan filosofi yang dekat dengan masyarakat.
Sabtu Pagi Bergerak Bersama, Hadiah Menarik Menanti
Keseruan berlanjut pada Sabtu (17/10/2026). Sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai, Lapangan Persatuan Kepek Raya akan dipenuhi peserta senam sehat bersama. Agenda ini menghadirkan Zin Anjar dan Kak Rofik sebagai pemandu senam, dengan bintang tamu Mbah Baut dan Mbak Niken Sarintem yang siap menambah kemeriahan acara. Tak hanya mengajak masyarakat bergerak demi menjaga kebugaran tubuh, panitia juga menyiapkan sejumlah fasilitas dan hiburan bagi peserta.
Kupon gratis untuk mendapatkan refreshment dan wedang disediakan bagi peserta. Berbagai hadiah menarik juga akan dibagikan melalui undian doorprize. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda listrik, kompor gas, kipas angin, setrika, dispenser, hingga blender.
Kehadiran hadiah-hadiah tersebut tentu menambah daya tarik kegiatan. Namun, lebih dari sekadar berburu keberuntungan, senam sehat ini menjadi kesempatan bagi warga untuk bertemu, bersilaturahmi, dan menikmati suasana kebersamaan di ruang publik yang baru selesai dibangun dan direnovasi. Olahraga pun terasa lebih menyenangkan ketika dilakukan bersama-sama. Dari gerakan senam hingga obrolan santai seusai kegiatan, semuanya menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat sekaligus semakin akrab.
Lebih dari Lapangan, Ada Harapan untuk Kebersamaan Warga
Selesainya pembangunan dan renovasi Lapangan Persatuan Kepek Raya membawa harapan baru bagi masyarakat Kalurahan Kepek. Penyerahan kepada pemerintah kalurahan menjadi langkah penting untuk mendukung pemanfaatan fasilitas tersebut bagi kepentingan bersama. Dengan pengelolaan yang baik, lapangan ini berpotensi menjadi ruang publik yang hidup dan produktif.
Keberadaan fasilitas olahraga yang memadai dapat mendorong masyarakat lebih aktif bergerak. Pada saat yang sama, ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial dan kebudayaan juga membuka peluang bagi tumbuhnya kreativitas serta partisipasi warga. Lapangan dapat menjadi tempat anak-anak bermain, generasi muda berolahraga, komunitas berkegiatan, dan masyarakat berkumpul dalam berbagai momentum penting.
Di sinilah makna sebuah fasilitas publik menjadi lebih luas. Manfaatnya tidak hanya diukur dari bentuk fisik atau luas area, tetapi juga dari seberapa besar ruang tersebut mampu mempertemukan warga dan menggerakkan kehidupan sosial di sekitarnya. Penyerahan lapangan kepada Pemerintah Kalurahan Kepek diharapkan menjadi awal pengelolaan yang berkelanjutan, sehingga fasilitas tersebut tetap terawat dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan.
Dari Warga Kalurahan Kepek untuk Kalurahan Kepek, Merawat Fasilitas dan Melestarikan Budaya
Rangkaian syukuran Lapangan Persatuan Kepek Raya memperlihatkan bahwa pembangunan tidak berhenti ketika pekerjaan fisik selesai. Tahap berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab bersama menjadi kunci agar lapangan dapat terus berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman dan bermanfaat.
Melalui kegiatan olahraga dan pagelaran seni tradisional, masyarakat juga diajak merawat dua hal penting dalam kehidupan bersama: kesehatan jasmani dan kelestarian budaya. Senam sehat mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran, sedangkan wayang kulit menjadi pengingat bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Keduanya berpadu dalam satu ruang yang sama, menghadirkan hiburan sekaligus pesan sosial yang bermakna.
Pada akhirnya, Lapangan Persatuan Kepek Raya bukan sekadar tempat untuk berolahraga atau menggelar pertunjukan. Lapangan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan, tempat tumbuhnya persaudaraan, serta panggung bagi kreativitas dan kebudayaan masyarakat.
Melalui momentum syukuran dan penyerahan lapangan ini, warga Kepek memiliki kesempatan untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah tersedia, menghidupkan kegiatan positif, dan memperkuat identitas lokal. Sebab, lapangan yang baik bukan hanya lapangan yang selesai dibangun, melainkan lapangan yang terus hidup karena dimanfaatkan, dirawat, dan dicintai oleh masyarakatnya.
Lapangan Persatuan Kepek Raya: ruang olahraga, ruang budaya, dan ruang kebersamaan untuk masyarakat Kepek.





