VOKASI MUDA BERDAYA DI GUNUNGKIDUL, MAHASISWA UNY AJAK WARGA TRUKAN KARANGASEM BERKREASI DAN TUMBUH BERSAMA

Tiga Hari Penuh Kreativitas, dari Nugget Jagung, Ecoprint, Gapura Dusun hingga Fun Volley, Warga dan Mahasiswa Berkolaborasi Membangun Desa

Gunungkidul TV — Pengabdian kepada masyarakat tak selalu harus hadir dalam bentuk kegiatan besar. Terkadang, perubahan justru tumbuh dari hal-hal sederhana: tangan ibu-ibu yang mengolah bahan pangan lokal, anak-anak yang berkreasi dengan warna, warga yang bergotong royong mempercantik lingkungan, hingga permainan bersama yang mampu mencairkan suasana. Semangat itulah yang dibawa BEM KM Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Vokasi Muda Berdaya (VMB) di Dusun Trukan, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selama tiga hari Jumat-Ahad, (02–04/10/2026) mahasiswa, volunteer, dan masyarakat Dusun Trukan dipertemukan dalam rangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga pemberdayaan, kreativitas, kepedulian lingkungan, dan penguatan ikatan sosial. VMB menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan perguruan tinggi agar semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Bukan sekadar datang, memberikan pelatihan, lalu pulang. Program ini dirancang untuk menciptakan ruang perjumpaan dan pembelajaran dua arah antara mahasiswa dengan masyarakat.

Dari Jagung Menjadi Nugget, Kreativitas yang Bisa Bernilai Ekonomi

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Kelas Inovasi Pangan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama ibu-ibu PKK mengolah jagung menjadi nugget. Bahan pangan yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Gunungkidul tersebut dikreasikan menjadi olahan yang lebih modern dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk pangan bernilai ekonomi.

Suasana pelatihan pun tidak hanya diwarnai dengan proses memasak. Ada interaksi, diskusi, berbagi pengalaman, hingga mencoba bersama bagaimana bahan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih menarik. Pesannya sederhana tetapi penting: potensi yang ada di sekitar rumah dapat menjadi pintu masuk menuju kreativitas dan peluang ekonomi keluarga.

Memperkuat Identitas Dusun Lewat Gapura dan Plakat

Semangat pemberdayaan kemudian bergerak dari dapur menuju lingkungan. Melalui Program Identitas Dusun, mahasiswa dan masyarakat berkolaborasi membuat plakat serta gapura dusun. Lebih dari sekadar memperindah kawasan, keberadaan identitas tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter Dusun Trukan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.

Di sinilah gotong royong menemukan bentuk sederhananya. Mahasiswa membawa gagasan dan energi muda, sementara masyarakat menghadirkan pengalaman serta pengetahuan tentang lingkungan mereka. Ketika keduanya bertemu, sebuah karya sederhana pun memiliki cerita yang jauh lebih besar.

Anak-anak Diajak Berkreasi dengan Alam

Vokasi Muda Berdaya juga memberikan ruang khusus bagi anak-anak melalui Creative Kids Workshop. Anak-anak diajak mengenal kreativitas melalui kegiatan membuat batik ecoprint atau tie dye pada totebag, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia dari alam sekitar. Kegiatan ini bukan hanya soal menghasilkan sebuah totebag.

Di balik warna, motif, dan kreativitas anak-anak, terdapat pesan tentang pentingnya mengenal lingkungan serta memanfaatkan potensi alam secara kreatif. Bagi anak-anak, kegiatan tersebut menjadi ruang bermain sekaligus belajar. Mereka dapat bereksperimen dengan warna, menciptakan motif, dan membawa pulang hasil karya yang dibuat dengan tangan mereka sendiri.

Saat Lapangan Menjadi Ruang Silaturahmi

Setelah kreativitas dan keterampilan, giliran kebersamaan yang mendapatkan panggung melalui Fun Volley Day. Pertandingan bola voli plastik menjadi pilihan untuk menghadirkan suasana yang lebih santai dan menyenangkan bagi warga. Tidak semata-mata mengejar kemenangan, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kebersamaan, sportivitas, serta partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Lapangan pun berubah menjadi ruang perjumpaan. Tawa, sorakan, semangat bertanding, dan kebersamaan menjadi bagian dari cerita VMB di Dusun Trukan. Sebab dalam sebuah program pemberdayaan masyarakat, membangun kedekatan sosial terkadang sama pentingnya dengan memberikan keterampilan baru.

Ketika Mahasiswa dan Warga Belajar Bersama

Program Vokasi Muda Berdaya pada akhirnya bukan hanya tentang empat kegiatan. Lebih jauh, program ini menjadi gambaran bagaimana mahasiswa dapat hadir di tengah masyarakat dengan membawa semangat kolaborasi. Anak-anak mendapatkan ruang untuk berkreasi. Ibu-ibu memperoleh pengalaman mengembangkan olahan pangan. Warga bersama mahasiswa memperkuat identitas lingkungan. Sementara kegiatan olahraga membuka ruang interaksi dan silaturahmi. Semua berlangsung dalam satu semangat: berdaya bersama.

Bagi BEM KM FV UNY, pengabdian kepada masyarakat menjadi kesempatan untuk menerjemahkan ilmu dan semangat kemahasiswaan ke dalam kehidupan nyata. Sementara bagi masyarakat Dusun Trukan, kehadiran mahasiswa menjadi sebuah ruang baru untuk bertukar pengalaman, mencoba hal-hal kreatif, sekaligus memperkuat kebersamaan.

Pada akhirnya, Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya tentang apa yang diberikan kampus kepada masyarakat. Ia juga tentang bagaimana mahasiswa mau datang, mendengar, belajar, berkolaborasi, dan tumbuh bersama masyarakat.

Dari Dusun Trukan, sebuah pesan sederhana pun mengemuka: desa tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga ruang untuk tumbuh bersama. Dan dari tangan-tangan muda yang mau turun langsung ke masyarakat, semangat pemberdayaan itu menemukan jalannya. (Red)

__Terbit pada
Oktober 3, 2026
__Kategori
News