LAUTAN MANUSIA DI PANTAI SUNDAK GUNUNGKIDUL !! CARA POLSEK TEPUS RAYAKAN HUT BHAYANGKARA KE-80 BANJIR APRESIASI WARGA

Gunungkidul TV – Pagi itu, debur ombak Pantai Sundak mengalun lembut mengiringi langkah-langkah ratusan orang yang mulai memadati kawasan parkir wisata. Udara segar khas pesisir berpadu dengan semangat warga yang datang mengenakan pakaian olahraga berwarna-warni. Senyum, sapaan hangat, dan tawa ringan menjadi pembuka suasana pada Jumat (3/7/2026), ketika Polsek Tepus menggelar Bersih Pantai dan Senam Massal dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Bukan sekadar agenda seremonial, pagi itu Pantai Sundak berubah menjadi ruang kebersamaan. Polisi, prajurit TNI, pejabat daerah, pamong kalurahan, hingga masyarakat dari berbagai penjuru Kapanewon Tepus berdiri tanpa sekat. Mereka datang dengan satu semangat yang sama yakni merayakan pengabdian Polri melalui aksi nyata untuk kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mengusung tema Sinergitas Presisi, Olahraga Sehat Bahagia, kegiatan ini menghadirkan wajah lain dari institusi kepolisian. Tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengajak masyarakat membangun budaya hidup sehat sekaligus merawat keindahan alam yang menjadi kebanggaan Gunungkidul. Sekitar seribu peserta larut dalam semangat kebersamaan. Hadir di tengah masyarakat, Bupati Gunungkidul Endah Kuntariningsih, Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiartini, Wakapolres Gunungkidul Kompol Sumanto, jajaran Forkopimda, Forkompimkap Tepus, perwakilan Kodim, para lurah, pamong kalurahan, hingga tokoh masyarakat ikut membaur tanpa jarak.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang menggema di tepian pantai. Suasana semakin khidmat saat para pemimpin daerah menyampaikan harapan agar momentum Hari Bhayangkara menjadi penguat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga ketenteraman daerah.

Dalam sambutannya, Wakapolres Gunungkidul Kompol Sumanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tugas Polri semata, melainkan lahir dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Sinergi inilah yang harus terus kita jaga agar situasi kamtibmas tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pesannya di hadapan ribuan peserta.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Kuntariningsih memberikan penghargaan atas inisiatif Polsek Tepus yang memilih merayakan Hari Bhayangkara melalui kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat. Baginya, membersihkan pantai bukan hanya soal memungut sampah, tetapi juga menanamkan rasa memiliki terhadap alam. Begitu pula senam massal yang menjadi simbol pentingnya menjaga kesehatan bersama. “Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri senantiasa menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang semakin profesional, humanis, dan dicintai rakyat,“ ucapnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Usai sambutan, suasana berubah semakin meriah. Irama musik senam menggema di sepanjang Pantai Sundak. Ribuan tangan bergerak serempak mengikuti instruktur. Anak-anak, orang tua, aparat, hingga pejabat tampak larut dalam keceriaan yang sama. Tak ada sekat jabatan. Yang terlihat hanyalah wajah-wajah penuh semangat menikmati pagi bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih pantai. Tanpa ragu, peserta memungut sampah plastik, ranting, dan berbagai limbah yang terbawa ke kawasan wisata. Pemandangan itu menjadi gambaran sederhana namun bermakna: menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Pelepasan burung merpati yang dilakukan di penghujung acara seolah menjadi simbol harapan. Burung-burung putih itu terbang membelah langit Pantai Sundak, membawa doa agar kedamaian, persatuan, dan semangat gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Di usia ke-80, Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati melalui upacara dan seremoni. Di Pantai Sundak, perayaan itu hadir dalam bentuk yang lebih membumi: bergerak bersama, berolahraga bersama, membersihkan alam bersama, dan mempererat persaudaraan. Karena pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang penegakan hukum. Ia lahir dari masyarakat yang sehat, lingkungan yang terawat, serta hubungan yang harmonis antara rakyat dan aparat. Dari tepian Pantai Sundak, semangat itulah yang kembali ditegaskan—bahwa Polri untuk Masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang terus diwujudkan melalui aksi nyata. (Red).

__Terbit pada
Juli 3, 2026
__Kategori
News