PUSTU ILP SIDOREJO GUNUNGKIDUL HADIRKAN LAYANAN KESEHATAN LEBIH DEKAT, WARGA KARANGTENGAH SAMBUT ANTUSIAS

Gunungkidul TV – Semangat membangun generasi sehat sejak dalam kandungan terus digelorakan di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari. Jumat (31/07/2026) menjadi momentum penting bagi masyarakat Padukuhan Sidorejo dengan diresmikannya Puskesmas Pembantu (Pustu) Integrasi Layanan Primer (ILP) Sidorejo, sekaligus Launching Posyandu Nyawiji Sidorejo, kampanye ibu hamil sehat, serta deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.

Kegiatan yang dipusatkan di Pustu Sidorejo dan kawasan Padukuhan Sidorejo tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tenaga kesehatan. Peresmian dilakukan oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul beserta jajaran, Panewu Wonosari, Kepala UPT Puskesmas Wonosari II, Lurah Karangtengah, para kader kesehatan, hingga masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar peresmian fasilitas kesehatan, kegiatan ini menjadi simbol penguatan komitmen bersama dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), masyarakat kini dapat mengakses pelayanan kesehatan yang lebih mudah, terintegrasi, dan berkelanjutan sesuai siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

Peluncuran Posyandu Nyawiji Sidorejo juga menjadi langkah nyata memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Sesuai namanya, “Nyawiji” yang berarti menyatu, posyandu ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan. Suasana kegiatan semakin hidup saat digelar penguatan komitmen inovasi Kalambu Gass Poll (Kandang, Kolam, Kebun Gerakan Atasi Stunting Pol-Polan). Program ini menawarkan pendekatan yang sederhana namun berdampak besar dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah, masyarakat diajak membangun ketahanan pangan keluarga dengan mengelola kandang ternak, kolam ikan, dan kebun sayur secara terpadu. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bibit ikan lele bagi ibu hamil dan ibu balita, pembagian benih tanaman produktif, serta bantuan telur untuk balita yang mengalami stunting. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menciptakan sumber pangan sehat yang berkelanjutan.

Kampanye Ibu Hamil Sehat menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian warga. Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti talkshow kesehatan bersama narasumber dr. Widodo, Sp.OG, yang membahas pentingnya menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan sebagai pondasi utama lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas. Dalam sesi interaktif tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai informasi penting mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan rutin, hingga upaya pencegahan stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Edukasi yang dikemas secara ringan dan komunikatif membuat peserta aktif berdiskusi serta menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kesehatan ibu dan anak.

Deklarasi STBM 5 Pilar yang turut digelar pada kesempatan itu semakin memperkuat upaya mewujudkan lingkungan yang sehat. Komitmen ini mencakup penghentian buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program-program kesehatan tersebut. Hasilnya mulai terlihat, di mana berbagai upaya yang dilakukan secara berkelanjutan mampu mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membantu menurunkan angka stunting di Kalurahan Karangtengah.

Dari sebuah padukuhan di Karangtengah, lahir sebuah pesan kuat bahwa pembangunan kesehatan tidak selalu dimulai dari hal besar. Melalui gotong royong, inovasi lokal, dan kepedulian terhadap generasi masa depan, Sidorejo menunjukkan bahwa langkah sederhana dapat menjadi gerakan besar menuju masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (Red)

__Terbit pada
Juli 31, 2026
__Kategori
News