KEMARAU MENGGILA DI GUNUNGKIDUL, 25 TANGKI AIR BERSIH DISALURKAN UNTUK WARGA PUDAK TEPUS

Gunungkidul TV — Terik matahari musim kemarau masih menyengat kawasan selatan Gunungkidul. Di Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, sumur-sumur warga mulai mengalami penurunan debit, bahkan sebagian sudah mengering. Di tengah kondisi itulah, bantuan yang paling dinantikan akhirnya datang air bersih.

Senin (10/8/2026) sore, suasana Padukuhan Pudak tampak berbeda. Sejumlah kendaraan pengangkut air milik Polres Gunungkidul memasuki wilayah yang tengah dilanda kekeringan. Warga yang sejak beberapa pekan terakhir harus berhemat penggunaan air tampak antusias menyambut kedatangan rombongan.

Dipimpin langsung Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., kegiatan bakti sosial dropping air bersih ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau. Tak hanya membawa bantuan air bersih, rombongan juga menyerahkan bantuan telur ayam sebanyak 20 kilogram untuk warga. Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah setempat pun menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasat Samapta AKP Kasta beserta anggota, Kasat Lantas AKP Priyo Trihandoyo, Kapolsek Tepus AKP Suryanto bersama anggota, Kasi Propam Iptu Andang P, perwakilan Koramil melalui Babinsa Tepus, Kepala Dusun Pudak, serta masyarakat setempat. Sebanyak 25 tangki air bersih dan 1 unit mobil AWC Samapta disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada ketersediaan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan ternak, bantuan ini menjadi angin segar di tengah panjangnya musim kemarau. Warga tampak bergotong royong menyiapkan berbagai wadah penampungan. Ember, jeriken, toren hingga bak penampung air berjajar rapi menunggu giliran diisi. Momen tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana air bersih merupakan kebutuhan yang sangat berharga ketika musim kemarau tiba.

Kapanewon Tepus memang menjadi salah satu wilayah yang kerap menghadapi tantangan kekeringan saat musim kemarau berlangsung. Kondisi geografis kawasan karst membuat ketersediaan air permukaan relatif terbatas sehingga masyarakat sangat bergantung pada sumber-sumber air tertentu yang debitnya menurun saat hujan tak kunjung turun. Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polres Gunungkidul berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan warga. Namun demikian, bantuan dropping air bersih dinilai masih menjadi solusi jangka pendek. Sejumlah pihak mendorong adanya langkah berkelanjutan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Forkopimkap, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan kekurangan air bersih yang rutin terjadi setiap musim kemarau.

Di balik deretan tangki air yang mengalir sore itu, tersimpan harapan besar masyarakat Pudak. Harapan agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi, serta harapan akan hadirnya solusi permanen sehingga setiap musim kemarau tak lagi menjadi musim yang penuh kecemasan. Karena bagi warga di kawasan rawan kekeringan, setetes air bukan sekadar kebutuhan, melainkan sumber kehidupan yang menjaga roda aktivitas tetap berjalan. (Red)

__Terbit pada
Agustus 10, 2026
__Kategori
News