LEMBAH PULUTAN MEMBELUDAK !! 3.000 JAMAAH PADATI PCM WONOSARI MENGAJI, MASJID 24 JAM JADI SOROTAN

Gunungkidul TV — Mentari belum sepenuhnya menampakkan diri ketika ribuan orang mulai memadati kawasan wisata Lembah Desa Pulutan, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Sabtu (8/8/2026). Udara pagi yang sejuk berpadu dengan semangat kebersamaan yang terasa begitu kuat. Dari berbagai sudut Wonosari, jamaah Muhammadiyah datang berbondong-bondong menghadiri agenda rutin PCM Wonosari Mengaji.

Sejak selepas salat Subuh, kawasan yang biasanya tenang itu berubah menjadi lautan manusia. Para relawan dan panitia dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pulutan tampak sibuk menyambut tamu. Senyum hangat dan semangat gotong royong menjadi pemandangan yang menghiasi setiap sudut lokasi. Suasana semakin hidup ketika alunan musik religius dari Jama’ah Seni Islami (JSI) Kamilasyada mengudara. Kelompok seni yang telah berkarya sejak 2001 di Padukuhan Butuh, Pulutan, itu berhasil menghadirkan nuansa syahdu sekaligus membangkitkan semangat spiritual para jamaah yang terus berdatangan.

Dimulai pukul 06.15 WIB, acara resmi dimulai. Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Roswanto menggema di antara perbukitan Pulutan, mengawali rangkaian kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, Sang Surya. Ribuan jamaah tampak khusyuk sekaligus bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara. Namun, pengajian kali ini bukan sekadar forum menuntut ilmu agama. Di balik besarnya jumlah peserta, tersimpan semangat pemberdayaan masyarakat yang nyata. Berbagai kegiatan sosial digelar secara bersamaan, mulai dari donor darah, layanan potong rambut gratis, pembagian sayur sempulur untuk warga, hingga bazar kuliner yang dikelola oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pulutan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir melalui mimbar ceramah, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari. Menariknya, suasana ekonomi kerakyatan juga terasa kuat melalui panen perdana melon hasil budidaya BUMDes Kalurahan Pulutan. Kehadiran produk lokal itu menjadi simbol bahwa gerakan dakwah dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Ketua PRM (Pimpinan Ranting Muhammadiyah) Pulutan, H. Iskandar, menegaskan bahwa semangat utama kegiatan ini adalah memperkuat ukhuwah sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi warga. Antusiasme jamaah yang mencapai sekitar tiga ribu orang pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ketua PCM Wonosari, H. Sumiyat, bersama Panewu Wonosari menyampaikan penghargaan atas soliditas warga Muhammadiyah Pulutan yang mampu menghadirkan kegiatan besar dengan suasana tertib, hangat, dan penuh kebermanfaatan. Puncak acara terjadi ketika Ketua Lembaga Pengembangan Cabang-Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. Muh Jamaludin Ahmad, S.Psi., menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jamaah.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, diselingi humor segar dan contoh-contoh kehidupan sehari-hari, ia mengajak seluruh pengurus masjid dan mushala untuk melakukan transformasi pelayanan umat. Menurutnya, masjid tidak boleh hanya ramai saat waktu salat atau kegiatan seremonial. Masjid harus hadir sebagai pusat solusi bagi masyarakat. “Masjid yang dikelola Muhammadiyah hendaknya mampu melayani umat selama 24 jam. Masjid harus makmur sekaligus memakmurkan. Ketika masyarakat menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, sosial maupun keagamaan, masjid harus hadir memberikan solusi,“ pesannya di hadapan jamaah.

Ia juga mendorong lahirnya masjid yang humanis, inklusif, dan ramah bagi semua kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua hingga lansia harus merasa nyaman menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas dan pembinaan. Di tengah suasana penuh optimisme tersebut, muncul kabar yang disambut meriah oleh para peserta. LPCR Pimpinan Pusat Muhammadiyah berencana meluncurkan lagu gerakan bertajuk “Ranting Itu Penting, Cabang Berkembang” dalam sebuah agenda nasional yang dijadwalkan berlangsung di Lembah Desa Pulutan pada Oktober 2026 mendatang.

Saat ditanya mengenai kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut, PRM Pulutan bersama JSI Kamilasyada langsung menjawab serempak dengan penuh keyakinan, “Insya Allah, siap!” Jawaban kompak itu sontak disambut tepuk tangan dan sorak semangat ribuan jamaah yang hadir.

Bagi Muhammadiyah Wonosari, momentum ini bukan hanya tentang sebuah pengajian bulanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara dakwah, pelayanan sosial, seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan dalam satu gerakan yang saling menguatkan. Ketika acara berakhir tepat pukul 08.00 WIB, para jamaah meninggalkan lokasi dengan wajah penuh kebahagiaan. Mereka tidak hanya membawa pulang ilmu dan inspirasi, tetapi juga semangat baru untuk memakmurkan masjid, menghidupkan ranting, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dari Lembah Desa Pulutan, pesan itu menggema kuat: masjid bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan pusat peradaban yang mampu menerangi dan menggerakkan kehidupan umat. (Red)

__Terbit pada
Agustus 9, 2026
__Kategori
News