LAKALANTAS DUA PELAJAR DI JALAN NASIONAL WONOSARI GUNUNGKIDUL, REMAJA 14 TAHUN ALAMI PATAH TULANG
Kecelakaan terjadi di Padukuhan Ledoksari, Kalurahan Kepek, Wonosari. Honda Beat yang hendak berbelok bertabrakan dengan Yamaha Vega R dari arah berlawanan, menyebabkan seorang pelajar mengalami patah tulang kaki kiri.
Gunungkidul TV – Senja yang mulai meredup di ruas Jalan Nasional III Gunungkidul, Senin (10/8/2026), mendadak berubah menjadi momen yang menegangkan. Di kawasan Padukuhan Ledoksari, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, dua sepeda motor yang dikendarai pelajar terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan salah satu pengendara mengalami patah tulang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan di jalan raya tidak boleh berkurang, terutama saat lalu lintas mulai ramai menjelang malam hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha Vega R bernomor polisi AB-2157-ND yang dikendarai Septian Hari Gunawan (18), warga Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo. Saat itu Septian melaju dari arah Barat atau Yogyakarta menuju Timur ke arah Wonosari dengan kecepatan sedang. Pada waktu yang hampir bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat bernomor polisi R-5887-JJ yang dikendarai Barra Atharayan (14), warga Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari.
Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara Honda Beat diketahui hendak berbelok menuju arah utara ke wilayah Ledoksari. Namun karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, kedua pengendara tidak mampu mengendalikan laju kendaraan masing-masing sehingga tabrakan pun tak dapat dihindari. Benturan keras yang terjadi membuat warga sekitar dan pengguna jalan lainnya segera memberikan pertolongan. Situasi lalu lintas sempat menjadi perhatian masyarakat yang melintas di jalur utama penghubung Yogyakarta–Wonosari tersebut.
Akibat kecelakaan tersebut, Barra Atharayan mengalami luka cukup serius berupa patah tulang kering pada kaki kiri. Meski demikian, korban dalam kondisi sadar saat mendapatkan penanganan medis. Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Wonosari sebelum akhirnya dirujuk ke RS Nurrohmah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, informasi mengenai kondisi pengendara lainnya tidak dilaporkan mengalami luka berat. Kecelakaan ini kembali menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengguna jalan, khususnya kalangan pelajar dan pengendara muda. Memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum berbelok, menjaga kecepatan kendaraan, serta selalu meningkatkan konsentrasi saat berkendara merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
Jalan Nasional III yang menjadi salah satu jalur utama di Kabupaten Gunungkidul dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, terutama pada jam-jam sibuk sore hingga malam hari. Karena itu, disiplin berlalu lintas dan sikap saling menghargai sesama pengguna jalan menjadi kunci utama keselamatan bersama. Di balik setiap kecelakaan, selalu ada pelajaran berharga. Keselamatan bukan hanya tentang kemampuan mengendarai kendaraan, tetapi juga tentang kesabaran, kewaspadaan, dan keputusan yang tepat dalam setiap detik perjalanan.
Media Gunungkidul TV mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan agar setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat sampai tujuan. (Red)







