SEMANGAT BARU PELAJAR MUHAMMADIYAH GUNUNGKIDUL !! PD IPM PERIODE 2026–2028 RESMI DIKUKUHKAN, SIAP HADIRKAN GERAKAN KREATIF DAN BERKEMAJUAN
Gunungkidul TV – Semangat baru kembali menyala di kalangan pelajar Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul. Tongkat estafet kepemimpinan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Gunungkidul Periode 2026–2028 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di SMK Muhammadiyah 1 Playen Kampus 1, Rabu (15/07/2026).
Momentum ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan organisasi pelajar Muhammadiyah di Gunungkidul. Bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga lahirnya harapan baru agar IPM semakin mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan gerakan yang kreatif, inovatif, dan berdampak nyata bagi pelajar.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Syauqi Marsa Taqiyuddin. Sejumlah tokoh Muhammadiyah turut hadir memberikan dukungan, di antaranya jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, para pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah seperti PD Pemuda Muhammadiyah, PD Nasyiatul Aisyiyah, Pimda Tapak Suci, hingga perwakilan organisasi pelajar IPNU dan IPPNU Kabupaten Gunungkidul.
Dalam sambutannya, Syauqi Marsa Taqiyuddin mengajak seluruh pengurus baru agar tidak sekadar menjalankan program organisasi, tetapi mampu melahirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan pelajar. “IPM harus menjadi organisasi yang berani melahirkan gagasan-gagasan baru. Jangan hanya menjalankan program yang sudah ada, tetapi hadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pelajar di daerah. Potensi pelajar Gunungkidul sangat besar dan harus terus dikembangkan,“ ujar Syauqi.
Ia menekankan bahwa kader IPM harus berani bergerak, menciptakan gagasan baru, serta menjaga keberlanjutan program yang bermanfaat bagi pelajar Muhammadiyah maupun seluruh pelajar di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, organisasi tidak boleh terlena hanya dengan menjalankan program-program turunan dari tingkat pusat, wilayah, maupun daerah, tetapi harus mampu menghadirkan kreativitas yang lahir dari potensi dan kebutuhan lokal. Semangat tersebut disambut optimistis oleh Muhammad Fauzan, yang kini dipercaya memimpin PD IPM Gunungkidul Periode 2026–2028. “Amanah ini bukan hanya tanggung jawab saya, tetapi tanggung jawab seluruh pengurus. Kami ingin menghadirkan IPM yang lebih aktif, kolaboratif, dan mampu menjadi rumah bagi pelajar untuk berkembang, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,“ ungkap Fauzan.
Fauzan menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya siap melanjutkan perjuangan IPM sebagai organisasi pelajar yang aktif, progresif, dan dekat dengan kebutuhan generasi muda. Ia berharap seluruh organisasi otonom Muhammadiyah di Kabupaten Gunungkidul dapat terus memberikan dukungan sehingga berbagai program yang dirancang dapat berjalan maksimal. “Kami berharap sinergi dapat dengan PDM, Ortom Muhammadiyah, sekolah-sekolah Muhammadiyah, serta berbagai pihak dapat terus terjalin. Dengan kebersamaan, kami optimistis mampu menghadirkan program-program yang lebih inovatif dan berdampak bagi pelajar,” tambahnya.
Menurutnya, besarnya potensi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Gunungkidul menjadi modal kuat untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu mengembangkan karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta kapasitas pelajar di berbagai bidang.

Sementara itu, Joko Kiswanto, yang mewakili PDM Gunungkidul selaku Ketua Majelis Pendidikan Kader, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan program-program yang segar dan membawa pelajar Muhammadiyah semakin progresif serta berkemajuan. “Selamat kepada seluruh pengurus PD IPM Gunungkidul Periode 2026–2028. Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian. Teruslah belajar, berinovasi, dan menjaga semangat dakwah pelajar agar IPM semakin dicintai serta memberi manfaat yang lebih luas,“ pesannya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan PD IPM Gunungkidul Periode 2024–2026 atas dedikasi, pengabdian, dan berbagai kegiatan yang telah dijalankan selama masa bakti sebelumnya. Pengukuhan ini bukan hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi simbol regenerasi kepemimpinan pelajar Muhammadiyah di Gunungkidul. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, IPM diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat baru yang diusung kepengurusan periode 2026–2028, masyarakat menaruh harapan besar agar PD IPM Gunungkidul mampu melahirkan lebih banyak program inspiratif yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga bagi perkembangan dunia pelajar di Kabupaten Gunungkidul secara keseluruhan. (Red)


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.