GRATIS !! OPERASI MATA AKAN DILAKSANAKAN DI GUNUNGKIDUL HARAPAN BARU BAGI PENDERITA KATARAK HINGGA GLAUKOMA
Gunungkidul TV – Pagi itu di sebuah sudut Gunungkidul, seorang lansia memicingkan mata saat menatap cahaya. Dunia yang dulu terang perlahan meredup kabur, berkabut, dan penuh bayang.
Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar gangguan penglihatan. Namun bagi mereka, ini adalah batas antara mandiri dan bergantung pada orang lain.

Harapan itu kini datang
Melalui kolaborasi antara Rumah Sakit Mata “Dr. YAP” dan RSUD Wonosari, secercah cahaya benar-benar dihadirkan untuk masyarakat. Dalam rangka memperingati hari jadi ke-103, sekaligus momentum ground breaking pembangunan Klinik Utama Mata di Gunungkidul, digelar Bakti Sosial Operasi Mata Gratis bagi penderita katarak, glaukoma, dan pterygium.
Program ini bukan sekadar layanan kesehatan. Ia menjadi jembatan harapan bagi mereka yang selama ini terhalang biaya, akses, dan informasi.
Menjemput Pasien dari Akar Rumput
Berbeda dari layanan medis biasa, kegiatan ini dimulai dari tahap skrining awal yang menjangkau langsung masyarakat. Sejak 27 Maret hingga 14 April 2026, pemeriksaan dilakukan tidak hanya di Klinik Mata RSUD Wonosari, tetapi juga menyebar ke puskesmas-puskesmas di seluruh wilayah Gunungkidul.
Langkah ini penting. Sebab, banyak penderita gangguan mata terutama lansia tidak menyadari kondisi yang mereka alami atau memilih menunda pengobatan karena keterbatasan biaya. Di ruang-ruang sederhana puskesmas, antrean warga menjadi pemandangan yang mengisyaratkan satu hal: kebutuhan akan layanan kesehatan mata masih sangat besar.
Seleksi Medis Hingga Tindakan Operasi
Setelah skrining awal, pasien yang memenuhi kriteria akan mengikuti skrining lanjutan pada 18 April 2026 di Aula Yudistira RSUD Wonosari. Tahap ini menjadi penentu kesiapan pasien untuk menjalani operasi. Sehari berselang, tepatnya 19 April 2026, ruang operasi RSUD Wonosari akan menjadi saksi puluhan bahkan ratusan harapan yang dipertaruhkan. Tim medis dari Rumah Sakit Mata Dr. YAP bersama tenaga kesehatan lokal akan melakukan tindakan operasi secara intensif.
Bagi pasien katarak, operasi bukan sekadar prosedur medis. Ia adalah pintu kembali menuju dunia yang jelas melihat wajah anak cucu, berjalan tanpa ragu, hingga kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Lebih dari Sekadar Bakti Sosial
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis memperluas layanan kesehatan mata di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembangunan Klinik Utama Mata Dr. YAP Gunungkidul menjadi sinyal kuat bahwa akses layanan spesialis mata akan semakin dekat dengan masyarakat.
Selama ini, banyak pasien harus menempuh perjalanan ke kota untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Kehadiran fasilitas baru di Gunungkidul diharapkan memangkas jarak, waktu, sekaligus biaya. Lebih jauh, kolaborasi ini memperlihatkan bahwa sinergi antara institusi kesehatan dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab persoalan layanan dasar masyarakat.

Kuota Terbatas, Antusiasme Tinggi
Program ini terbuka untuk umum, namun dengan kuota terbatas. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal pendaftaran dibuka. Informasi menyebar cepat dari mulut ke mulut, dari grup WhatsApp ke grup lainnya, menunjukkan betapa besarnya kebutuhan sekaligus harapan warga.
Di balik angka-angka pendaftar, ada cerita-cerita personal yang mengharukan tentang mereka yang ingin kembali melihat, bekerja, atau sekadar menikmati hari tua dengan lebih layak.
Mengembalikan Cahaya, Menghidupkan Harapan
Pada akhirnya, bakti sosial ini bukan hanya tentang operasi mata. Ia tentang mengembalikan kualitas hidup. Tentang menghidupkan kembali kemandirian. Dan tentang memastikan bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, berhak melihat dunia dengan terang. Di Gunungkidul, cahaya itu kini sedang diupayakan satu mata, satu harapan, dalam satu waktu. (Red)








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.