KISAH FENDI GUNUNGKIDUL, TINGGALKAN SEKOLAH DEMI ORANG TUA, KINI HARAPAN BARU MUNCUL DARI RSUD WONOSARI
Gunungkidul TV – Di sebuah sudut Kabupaten Gunungkidul, harapan itu sempat terasa jauh bagi seorang anak bernama Fendi. Hari-harinya dulu bukan diisi dengan buku pelajaran atau canda bersama teman sebaya, melainkan dengan tanggung jawab besar: merawat kedua orang tuanya yang tengah berjuang melawan sakit.
Pilihan pahit itu memaksanya meninggalkan bangku sekolah sebuah keputusan yang tak mudah, namun ia jalani dengan keteguhan.

Namun waktu perlahan membawa kabar baik.
Melalui pendampingan intensif dari RSUD Wonosari, kondisi kesehatan orang tua Fendi mulai menunjukkan perubahan signifikan. Ayahnya, Slamet, yang sebelumnya harus bergelut dengan keterbatasan fisik dan gangguan penglihatan, kini mulai bangkit. Terapi rutin yang dijalani dengan disiplin, serta penanganan medis yang terarah, menjadi kunci pemulihan tersebut. “Alhamdulillah kondisi saya sekarang sudah jauh lebih baik,” tutur Slamet dengan suara penuh syukur, menggambarkan perjalanan panjang yang akhirnya menemukan titik terang.
Perubahan itu semakin terasa saat Slamet mengikuti pemeriksaan lanjutan pada Ahad, 19 April 2026. Momen tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-103 RS Dr. YAP, yang digelar melalui kolaborasi dengan RS Mata Dr. YAP Yogyakarta. Dalam kegiatan itu, Slamet menerima bantuan kacamata gratis sebuah bantuan sederhana, namun bermakna besar bagi kemandirian dan kualitas hidupnya ke depan.
Bagi keluarga kecil ini, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan simbol bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Perlahan, beban yang selama ini dipikul Fendi mulai terangkat. Dengan kondisi kedua orang tua yang kian membaik, secercah harapan kembali menyala harapan bahwa ia bisa kembali menapaki jalur pendidikan yang sempat terhenti. Masa depan yang dulu terasa kabur, kini mulai tampak lebih jelas, sejelas penglihatan yang kembali pulih di mata ayahnya.
Ucapan terima kasih pun mengalir tulus dari keluarga ini. Mereka menyadari bahwa perubahan yang terjadi bukan hanya hasil perjuangan pribadi, tetapi juga buah dari kepedulian banyak pihak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada RSUD Wonosari atas pelayanan yang sangat membantu keluarga kami. Terima kasih juga kepada Bupati Gunungkidul dan Dinas Kesehatan atas dukungannya,” ungkap keluarga Fendi.
Kisah ini menjadi lebih dari sekadar cerita pemulihan kesehatan. Ia adalah potret tentang bagaimana layanan publik yang hadir dengan pendekatan humanis mampu mengubah arah hidup seseorang. Di balik layanan medis yang diberikan, ada sentuhan empati yang memperkuat harapan.

Komitmen RSUD Wonosari untuk tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga memanusiakan pasien, menjadi fondasi penting dalam setiap langkah pelayanan. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap warga termasuk mereka yang paling rentan tetap memiliki kesempatan untuk bangkit.
Dan bagi Fendi, kisah ini belum berakhir. Justru, inilah awal dari babak baru babak di mana harapan kembali ditulis, dan mimpi yang sempat tertunda perlahan menemukan jalannya pulang. (Red)


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.