WARGA WONOSARI BERSIAP !! PDAM TIRTA HANDAYANI UMUMKAN GANGGUAN BESOK SABTU INI

Gunungkidul TV – Pagi di Kota Wonosari biasanya dimulai dengan suara kran air yang mengalir pelan di dapur-dapur rumah warga.

Ada yang sibuk memasak sarapan, mencuci pakaian, hingga menyiapkan kebutuhan usaha kecil sebelum aktivitas kota benar-benar bergerak. Namun Sabtu, 23 Mei 2026 nanti, suasana itu diperkirakan sedikit berbeda.

PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul melalui Cabang Wonosari mengumumkan adanya gangguan sementara pelayanan air bersih akibat pemadaman listrik yang dilakukan PLN ULP Wonosari dalam rangka optimalisasi pelayanan kelistrikan. Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Bagi sebagian orang, tiga jam mungkin terdengar singkat. Tetapi bagi sistem distribusi air bersih, listrik adalah denyut utama yang menjaga pompa tetap bekerja dan air tetap mengalir menuju rumah-rumah pelanggan. Di balik lancarnya air yang biasa dinikmati masyarakat setiap hari, terdapat jaringan sumur bor, pompa distribusi, hingga reservoir yang bekerja tanpa henti. Ketika aliran listrik dihentikan sementara, operasional pompa PDAM pun ikut terdampak. Akibatnya, proses produksi dan distribusi air di sejumlah wilayah Wonosari akan mengalami gangguan bahkan penghentian sementara.

Wilayah yang terdampak meliputi Kalurahan Wonosari, Kalurahan Kepek, Kalurahan Piyaman, Kalurahan Selang, serta Padukuhan Kajar 1, Kajar 2, dan Kajar 3.

Bagi warga perkotaan, kondisi semacam ini menjadi pengingat sederhana bahwa air bersih bukan sekadar fasilitas biasa. Ada teknologi, infrastruktur, energi listrik, hingga kerja para petugas lapangan yang saling terhubung agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi setiap hari.

PDAM Tirta Handayani pun mengimbau masyarakat untuk menampung air secukupnya sebelum pemadaman berlangsung. Langkah kecil itu dinilai penting agar aktivitas rumah tangga tetap berjalan normal selama distribusi air mengalami gangguan. Menariknya, tantangan sebenarnya justru sering muncul setelah listrik kembali menyala. Banyak warga mengira air akan langsung mengalir normal begitu pemadaman selesai. Padahal dalam sistem distribusi air, proses pemulihan atau recovery membutuhkan waktu tambahan.

Pompa harus kembali dioperasikan, tekanan air harus distabilkan, dan jaringan distribusi perlu diisi ulang secara bertahap. Kondisi geografis serta elevasi wilayah juga membuat kecepatan pemulihan tiap daerah berbeda-beda. Wilayah yang berada di dataran lebih tinggi biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air normal.

Di tengah perkembangan kawasan perkotaan Wonosari yang terus tumbuh, kebutuhan terhadap layanan air bersih juga semakin meningkat. Karena itu, koordinasi antara layanan kelistrikan dan distribusi air menjadi bagian penting dalam menjaga ritme kehidupan masyarakat sehari-hari. Bagi sebagian warga Gunungkidul yang dulu pernah mengalami masa sulit mendapatkan air bersih saat musim kemarau, keberadaan jaringan PDAM hari ini menjadi simbol perubahan besar. Air yang mengalir dari kran rumah kini bukan lagi hal sederhana, melainkan hasil perjalanan panjang pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

PDAM Tirta Handayani juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat selama proses pemadaman dan pemulihan berlangsung. Sabtu nanti (23/05/2026), mungkin akan ada ember-ember yang terisi lebih penuh dari biasanya di sudut dapur rumah warga Wonosari. Sebuah kebiasaan kecil yang kembali mengingatkan bahwa air, listrik, dan kehidupan modern ternyata saling bergantung satu sama lain. (Red)

__Terbit pada
Mei 22, 2026
__Kategori
News