MENDIKDASMEN PUJI MUHAMMADIYAH SAPEN UNIVERSAL SCHOOL, SEKOLAH UNGGUL NASIONAL BERTARAF GLOBAL YANG SIAP JADI ROLE MODEL INDONESIA
Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengapresiasi Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) sebagai sekolah unggul nasional bertaraf global dengan biaya terjangkau. MSUS diharapkan menjadi model transformasi pendidikan Muhammadiyah dan inspirasi sekolah masa depan di Indonesia.
Gunungkidul TV – Di tengah upaya Indonesia menyiapkan generasi emas menuju 2045, sebuah pesan optimistis mengemuka dari Kota Pelajar. Muhammadiyah kembali menunjukkan kiprahnya dalam membangun masa depan bangsa melalui pendidikan. Kali ini, perhatian tertuju pada Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), sekolah yang memadukan standar pendidikan global dengan semangat pelayanan sosial yang menjadi ciri khas Persyarikatan Muhammadiyah.

Apresiasi itu datang langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, saat menghadiri Sarasehan Pendidikan yang digelar di kompleks MSUS, Yogyakarta, Ahad (5/7). Di hadapan lebih dari 250 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, ia menyebut kehadiran MSUS sebagai representasi nyata transformasi pendidikan Muhammadiyah yang layak menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa memasuki babak baru melalui lahirnya sekolah yang mampu menjawab tuntutan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai gerakan dakwah dan pelayanan masyarakat. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun manusia Indonesia yang berkarakter, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, ia menilai kehadiran sekolah-sekolah unggulan seperti MSUS menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.
Pemerintah sendiri, lanjutnya tengah mempercepat pembangunan ekosistem sekolah unggulan melalui berbagai program strategis, seperti Sekolah Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan dikembangkan secara bertahap di berbagai kabupaten di Indonesia. Proses penyusunan kurikulum dan rekrutmen tenaga pendidik kini memasuki tahap akhir sehingga beberapa sekolah ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran ini. Namun di balik pembangunan sistem tersebut, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa pondasi utama pendidikan tetap berada pada pendidikan usia dini dan sekolah dasar.
Itulah sebabnya pemerintah memperluas kebijakan wajib belajar menjadi 13 tahun yang dimulai sejak taman kanak-kanak. Menurutnya, fase awal pendidikan merupakan masa paling menentukan dalam membentuk kemampuan berpikir, karakter, kebiasaan belajar, hingga rasa percaya diri seorang anak. Ia juga menegaskan bahwa guru TK dan SD memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah dinilai memiliki modal sosial yang kuat. Melalui pengelolaan filantropi yang produktif, organisasi ini diyakini mampu membangun lembaga pendidikan yang mandiri sekaligus memberikan dukungan lebih baik bagi kesejahteraan para guru. Di antara berbagai hal yang mendapat perhatian Menteri, satu aspek paling menonjol adalah konsep yang diterapkan Muhammadiyah Sapen Universal School. Meski menghadirkan fasilitas modern dan kualitas pembelajaran bertaraf internasional, sekolah ini tetap mengedepankan prinsip keterjangkauan sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas. “Yang menarik, meskipun kualitasnya bertaraf internasional, biaya pendidikan di MSUS tetap terjangkau. Inilah yang membedakan Muhammadiyah. Gedungnya megah, kualitasnya tinggi, tetapi tidak meninggalkan semangat pelayanan kepada masyarakat,“ ujar Abdul Mu’ti.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa mutu pendidikan tidak selalu identik dengan biaya yang tinggi. Dengan tata kelola yang baik dan orientasi pelayanan, sekolah berkualitas dunia tetap dapat hadir sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadz Dr. Ikhwan Ahada, menjelaskan bahwa MSUS merupakan bagian dari strategi besar transformasi pendidikan Muhammadiyah di DIY. Transformasi itu dibangun melalui ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, dimulai dari TK ABA Semesta sebagai fondasi pendidikan anak usia dini, dilanjutkan dengan Muhammadiyah Sapen Universal School pada jenjang sekolah dasar, hingga pengembangan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School yang tengah dipersiapkan.

Menurut Ikhwan, kekuatan transformasi tersebut juga ditopang jaringan sekolah Muhammadiyah yang telah memiliki reputasi nasional, termasuk SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang dipercaya menjadi Sekolah Garuda Transformasi. Ia berharap MSUS tidak hanya menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi laboratorium pendidikan masa depan yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, menguasai teknologi, berpikiran global, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Lebih dari sekadar menghadirkan gedung megah atau kurikulum modern, kehadiran Muhammadiyah Sapen Universal School membawa pesan bahwa pendidikan terbaik lahir ketika kualitas, inovasi, karakter, dan kepedulian sosial berjalan dalam satu tarikan napas.
Dari Yogyakarta, sebuah model pendidikan baru sedang tumbuh. Sebuah ikhtiar yang tidak hanya menyiapkan siswa menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang berintegritas, berakhlak, dan siap menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati diri Indonesia. Jika model ini terus berkembang, bukan tidak mungkin MSUS akan menjadi salah satu referensi penting dalam peta pendidikan unggul nasional pada masa mendatang. (Red)


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.