PESAN TEGAS WABUP GUNUNGKIDUL JOKO PARWOTO DI HALAL BIHALAL GERINDRA: BUKAN JANJI RAKYAT BUTUH BUKTI

Gunungkidul TV – Sore itu, suasana di kantor DPC Partai Gerindra Gunungkidul terasa hangat bukan hanya oleh udara yang perlahan mereda, tetapi oleh jabat tangan yang saling menguatkan dan senyum yang merekatkan kembali kebersamaan.

Halal bihalal, lebih dari sekadar tradisi, menjelma ruang pertemuan batin tempat maaf diucapkan, sekaligus tekad diperbarui. Di tengah suasana itu, Wakil Bupati Gunungkidul berdiri, menyampaikan sesuatu yang lebih dari sekadar sambutan. Ia berbicara tentang arah. Tentang bagaimana politik dan pemerintahan tak seharusnya berjalan sendiri-sendiri, melainkan beriringan menjadi satu tarikan napas panjang menuju percepatan pembangunan.

Baginya, perjuangan bukanlah kata yang selesai diucapkan dalam pidato. Ia hidup, atau seharusnya hidup, dalam tindakan. Dalam keberpihakan yang nyata kepada rakyat. Dalam kerja-kerja sunyi yang mungkin tak selalu terlihat, tetapi dirasakan. “Nilai perjuangan, keberpihakan kepada rakyat, dan kerja nyata harus terus dihidupkan,” ucapnya, dengan nada yang tak sekadar mengajak, melainkan mengingatkan.

Di ruangan itu, para kader mendengarkan. Bukan hanya dengan telinga, tetapi dengan pengalaman tentang dinamika politik, tentang harapan masyarakat, dan tentang tanggung jawab yang tak pernah ringan. Ia pun mengajak mereka kembali menata barisan. Menjaga kebersamaan bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai kekuatan. Sebab di sanalah, menurutnya, lahir energi kolektif yang mampu menggerakkan perubahan. “Kehadiran kita harus dirasakan masyarakat melalui solusi, keberpihakan, dan kerja nyata,” tegasnya. Kalimat itu menggantung sejenak di udara, sebelum kemudian seolah jatuh perlahan ke hati setiap yang hadir.

Gunungkidul dengan segala tantangannya dari bentang alam karst hingga denyut kehidupan masyarakatnya membutuhkan lebih dari sekadar rencana. Ia membutuhkan sinergi. Ia membutuhkan integritas. Dan di atas semuanya, ia membutuhkan orang-orang yang bersedia bekerja, bukan sekadar berbicara. Wakil Bupati itu tampak yakin. Bahwa jika persatuan dijaga, jika kerja dilandasi kejujuran, maka kemajuan bukan lagi angan yang jauh di depan. Ia adalah sesuatu yang sedang disusun, perlahan namun pasti, oleh tangan-tangan yang mau bergerak bersama.

Halal bihalal hari itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma titik mula sebuah pengingat bahwa di balik setiap jabat tangan, ada komitmen yang harus ditepati. Bahwa di balik setiap kata maaf, ada ruang untuk memulai kembali dengan lebih kuat. Dan mungkin, dari ruang sederhana itu, masa depan Gunungkidul sedang dirajut pelan, tapi penuh keyakinan. (Red)

__Terbit pada
Maret 31, 2026
__Kategori
News