4.919 WARGA SIRAMAN GUNUNGKIDUL MEMILIH, SUDARMADI UNGGULI CALON LURAH LAIN DENGAN 1.736 SUARA

Enam TPS menjadi titik penentu Pilur Siraman 2026. Sudarmadi memimpin perolehan suara, disusul Siti Purwanti dan Jumari dalam persaingan tiga kandidat.

Gunungkidul TV — Pagi di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu Legi (26/9/2026), terasa berbeda. Di tengah aktivitas warga yang tetap berjalan seperti biasa, ribuan masyarakat memiliki agenda penting: menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Siraman Tahun 2026.

Sebanyak 4.919 warga tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), ditambah 4 pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Mereka memiliki kesempatan menentukan siapa yang akan dipercaya memimpin Kalurahan Siraman untuk periode mendatang. Angka tersebut bukan sekadar deretan angka dalam daftar pemilih. Di baliknya ada keluarga, petani, pekerja, pelaku usaha, kaum muda, hingga warga lanjut usia yang datang membawa pilihan dan harapan masing-masing.

Ketua Panitia Pemilihan Lurah Siraman, Sihana Yuliarta, sebelumnya menyampaikan harapan agar partisipasi masyarakat cukup tinggi. Panitia menargetkan sekitar 60 persen pemilih hadir menggunakan hak suaranya.

Enam TPS, Satu Penentuan

Untuk melayani ribuan pemilih, panitia menyiapkan enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah Kalurahan Siraman. TPS 1 berada di Balai Padukuhan Siraman 1, sementara TPS 2 ditempatkan di Balai Padukuhan Siraman 2. Selanjutnya, TPS 3 berada di Padukuhan Siraman 3. TPS 4 berlokasi di Balai Pertemuan RW 05. Sementara itu, TPS 5 ditempatkan di Balai Padukuhan Winong dan TPS 6 berada di rumah Bapak Irfan, wilayah Tegalsari.

Enam lokasi tersebut menjadi titik bertemunya warga dalam satu agenda demokrasi tingkat kalurahan. Mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, warga diberikan kesempatan datang ke TPS, mengikuti proses administrasi, dan menggunakan hak pilihnya.

Setelah pencoblosan berakhir, perhatian kemudian bergeser pada proses penghitungan suara. Dari meja-meja penghitungan di enam TPS itulah pilihan warga Siraman perlahan berubah menjadi angka.

Angka Mulai Berbicara

Hasil penghitungan suara dari enam TPS menunjukkan persaingan tiga kandidat dengan dinamika yang cukup menarik. Di TPS 1, Sudarmadi memperoleh 231 suara, Jumari 69 suara, dan Siti Purwanti 26 suara. Di TPS 2, Sudarmadi kembali berada di posisi teratas dengan 290 suara. Siti Purwanti memperoleh 63 suara, sedangkan Jumari mendapatkan 21 suara. Memasuki TPS 3, perolehan Sudarmadi semakin besar dengan 409 suara. Siti Purwanti memperoleh 145 suara dan Jumari 38 suara. Namun, peta suara berubah cukup mencolok di TPS 4.

Di TPS ini, Siti Purwanti menjadi peraih suara terbanyak dengan 592 suara. Sudarmadi memperoleh 189 suara, sementara Jumari mendapatkan 46 suara. Persaingan kembali bergerak di TPS 5. Sudarmadi meraih 276 suara, Siti Purwanti 212 suara, dan Jumari 161 suara. Kemudian di TPS 6, Sudarmadi kembali memimpin dengan 341 suara. Siti Purwanti memperoleh 277 suara, sedangkan Jumari mengantongi 152 suara.

Perolehan Suara Sudarmadi 1.736, Siti Purwanti 1.315, dan Jumari 487

Jika seluruh perolehan dari enam TPS dijumlahkan berdasarkan data hasil penghitungan yang diterima, posisi ketiga kandidat adalah:

  • Sudarmadi: 1.736 suara
  • Siti Purwanti: 1.315 suara
  • Jumari: 487 suara

Selisih antara Sudarmadi dan Siti Purwanti tercatat 421 suara. Sementara itu, selisih perolehan suara Siti Purwanti dengan Jumari mencapai 828 suara. Dari enam TPS, Sudarmadi tercatat memperoleh suara terbanyak di lima TPS, sedangkan Siti Purwanti tampil dominan di TPS 4 dengan perolehan 592 suara. Angka tersebut memperlihatkan bahwa peta dukungan warga tidak sepenuhnya seragam. Setiap TPS memiliki cerita dan komposisi pilihan yang berbeda.

Dari Ribuan Warga, Bermuara pada Satu Hasil

Sebelumnya, panitia menargetkan proses rekapitulasi tingkat kalurahan dapat dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, setelah seluruh penghitungan suara di masing-masing TPS selesai. Tahapan rekapitulasi menjadi bagian penting karena seluruh suara dari enam TPS dihimpun menjadi satu kesatuan hasil Pemilihan Lurah Siraman 2026. Pada akhirnya, perjalanan suara itu bermula dari ribuan warga yang datang ke TPS.

Ada yang datang sejak pagi. Ada yang menyempatkan diri di sela aktivitas. Ada pula warga lanjut usia yang tetap hadir untuk menggunakan hak pilihnya. Setiap surat suara yang dicoblos kemudian dihitung satu per satu. Dari sana, pilihan personal berubah menjadi angka kolektif. Dan dari ribuan angka itulah arah kepemimpinan Kalurahan Siraman ditntukan melalui mekanisme pemilihan yang telah diselenggarakan panitia.

Bukan Sekadar Angka

Pilur Siraman 2026 bukan sekadar tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Di balik angka 1.736, 1.315, dan 487, terdapat ribuan pilihan warga dengan pertimbangan, harapan, dan pandangan masing-masing terhadap masa depan Kalurahan Siraman.

Enam TPS menjadi saksi. Ribuan warga menjadi bagian dari prosesnya. Dan hasil penghitungan suara menjadi catatan penting dalam perjalanan demokrasi di tingkat kalurahan. Data perolehan suara dalam berita ini berdasarkan hasil penghitungan enam TPS yang diterima Gunungkidul TV. Hasil akhir dan penetapan calon terpilih tetap mengacu pada rekapitulasi serta penetapan resmi Panitia Pemilihan Lurah Kalurahan Siraman. (Red)

__Terbit pada
September 26, 2026
__Kategori
News