WAJAH BARU PEJABAT POLRES GUNUNGKIDUL !! KAPOLRES ROSANA: JANGAN LAMA BERADAPTASI, PELAYANAN HARUS TETAP JALAN

Penyegaran organisasi bergulir di tubuh Polres Gunungkidul. Sejumlah posisi strategis berganti, mulai dari Wakapolres hingga Kapolsek. Kapolres AKBP Rosana Albertina Labobar menegaskan, adaptasi cepat dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi pekerjaan utama bagi para pejabat baru.

Gunungkidul TV – Gerbong mutasi di lingkungan Polri kembali bergerak. Kali ini, sejumlah jabatan strategis di jajaran Polres Gunungkidul mengalami pergantian. Bukan sekadar pergantian nama dan posisi, rotasi tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk menghadirkan semangat baru dalam menjaga keamanan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Suasana khidmat menyelimuti Aula Patriatama Polres Gunungkidul, Sabtu (31/10/2026), saat digelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran. Upacara dipimpin langsung Kapolres Gunungkidul, AKBP Rosana Albertina Labobar.

Salah satu pergantian yang menjadi perhatian adalah posisi Wakapolres Gunungkidul. Kompol Sumanto secara resmi menyerahkan jabatannya kepada Kompol Budi Kustanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagops Polres Bantul. Sementara itu, Kompol Sumanto mendapatkan penugasan baru sebagai Wakapolres Bantul. Perpindahan tugas ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian dan pengembangan karier di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Rotasi jabatan juga menyentuh sejumlah posisi lainnya. AKP Slamet Riyanto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Playen kini menjadi Perwira Pertama (Pama) Polres Gunungkidul dalam rangka persiapan memasuki masa pensiun. Selanjutnya, AKP Suranto, yang sebelumnya bertugas sebagai Kasiwas Polres Gunungkidul mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Paliyan. Sedangkan AKP Mat Ridwan, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasubsidumas Siwas kini dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Sementara (PS) Kasiwas Polres Gunungkidul. Upacara sertijab tersebut turut dihadiri jajaran Pejabat Utama, para perwira, anggota Polres Gunungkidul, serta Pj. Ketua Cabang Bhayangkari Polres Gunungkidul bersama perwakilan pengurus Bhayangkari.

Bukan Sekadar Ganti Jabatan, Pelayanan Publik Harus Makin Baik

Dalam arahannya, Kapolres Gunungkidul AKBP Rosana Albertina Labobar menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, termasuk di tubuh Polri. Rotasi menjadi bagian dari penyegaran organisasi, pengembangan karier personel, sekaligus bentuk promosi yang berlangsung secara berkesinambungan. Namun, menurut Kapolres, pergantian jabatan tidak boleh berhenti sebatas seremoni dan pergantian posisi. Ada tanggung jawab besar yang harus segera dijalankan oleh setiap pejabat yang menerima amanah baru.

Kapolres menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap lingkungan kerja, karakteristik wilayah, serta tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan. Para pejabat yang baru menerima amanah diminta segera bergerak, memahami tantangan di wilayah tugasnya, dan memastikan seluruh program serta pelayanan kepolisian tetap berjalan optimal.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa masyarakat tidak boleh merasakan adanya hambatan pelayanan hanya karena terjadi pergantian pejabat. Sebab, bagi masyarakat, kehadiran polisi bukan sekadar soal struktur organisasi atau jabatan, melainkan bagaimana aparat mampu memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta menjaga rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan Baru, Harapan Baru bagi Masyarakat Gunungkidul

Pergantian sejumlah pejabat di Polres Gunungkidul tentu membawa harapan baru. Terlebih, setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri yang membutuhkan kepemimpinan, koordinasi, serta respons cepat dari jajaran kepolisian. Mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, seluruh personel dituntut terus meningkatkan profesionalisme dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Kecepatan merespons laporan, kemampuan menjaga kondusivitas wilayah, hingga kualitas pelayanan administrasi dan keamanan menjadi bagian penting dari wajah kepolisian di tengah masyarakat. Dengan komposisi pejabat yang baru, publik tentu berharap Polres Gunungkidul semakin solid, responsif, dan humanis dalam menjalankan tugas.

Pada akhirnya, jabatan boleh berganti, tempat pengabdian bisa berubah, tetapi tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Rotasi telah berlangsung. Amanah baru telah diterima. Kini, masyarakat menantikan bukti nyata bahwa penyegaran organisasi ini benar-benar membawa peningkatan kualitas pelayanan dan keamanan di Bumi Handayani. Karena keberhasilan seorang pejabat bukan hanya diukur dari jabatan yang disandang, tetapi dari seberapa besar manfaat dan kepercayaan masyarakat yang berhasil dibangun selama menjalankan amanah. (Red)

__Terbit pada
Oktober 31, 2026
__Kategori
News