BUMDES SIDOHARJO TEPUS GUNUNGKIDUL TANCAP GAS !! AIR MINUM BANYUSOKA HINGGA PERTANIAN JADI ANDALAN EKONOMI DESA

Di tengah semakin besarnya tuntutan agar desa mampu mandiri secara ekonomi, Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Maju Bersama Kalurahan Sidoharjo terus berbenah. Tak sekadar menjalankan usaha, Bumkal kini diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mampu mengelola potensi desa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Gunungkidul TV – Semangat itu terlihat dalam Pelatihan Bumkal Maju Bersama yang digelar di Aula Balai Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Selasa (07/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Arif Hanafi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Kabupaten Gunungkidul.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari unsur pengurus dan pengawas Bumkal, lembaga kemasyarakatan kalurahan, hingga para dukuh se-Kalurahan Sidoharjo. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti bahwa pengembangan Bumkal bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen desa.

Dalam pemaparannya, Arif Hanafi menekankan pentingnya memahami aspek usaha dan pengelolaan unit usaha agar Bumkal mampu berkembang secara profesional. Menurutnya, keberhasilan Bumkal tidak hanya diukur dari besarnya modal, tetapi juga dari kemampuan membaca potensi lokal, membangun tata kelola yang sehat, serta menciptakan usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bumkal Maju Bersama sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang. Lembaga ini berdiri sejak tahun 2016 dan pada tahun 2022 resmi memperoleh sertifikat legalitas badan hukum dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Di bawah kepemimpinan Bangkit Dedi Pranata, Bumkal terus memperluas berbagai sektor usaha yang disesuaikan dengan potensi unggulan Kalurahan Sidoharjo. Beragam unit usaha kini telah dikembangkan, mulai dari jasa persewaan, perdagangan, pengelolaan air minum, pertanian hingga peternakan. Masing-masing unit diharapkan saling mendukung sehingga mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang semakin kuat.

Salah satu produk yang mulai menjadi perhatian adalah Air Minum Banyusoka. Produk ini lahir dari pengelolaan sumber air bawah tanah yang diproses hingga menjadi air siap minum dengan standar kualitas yang baik. Kehadiran Banyusoka menjadi bukti bahwa potensi alam desa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Tak hanya itu, Bumkal juga mengembangkan budidaya bawang merah, produksi pupuk organik hasil fermentasi, serta berbagai usaha produktif lainnya yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Dari sisi permodalan, Bumkal Maju Bersama pernah memperoleh penyertaan modal sebesar Rp300 juta pada tahun 2025. Sementara pada tahun 2026, Kalurahan Sidoharjo tidak lagi memperoleh alokasi penyertaan modal dari Dana Desa, melainkan mendapatkan dukungan melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Reformasi Birokrasi Kalurahan. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang agar pengelolaan usaha desa semakin kreatif, efisien, dan mandiri.

Lurah Sidoharjo, Evi Nurcahayani, menegaskan bahwa keberhasilan Bumkal hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh unit usaha yang ada di kalurahan. Menurutnya, kolaborasi antarpelaku usaha desa menjadi kunci untuk memperbesar manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Kami berharap seluruh unit usaha yang ada di Kalurahan Sidoharjo dapat saling bekerja sama, saling menguatkan, dan bersama-sama meningkatkan nilai ekonomi desa sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,“ ujarnya.

Pelatihan ini tidak sekadar menjadi forum peningkatan kapasitas pengurus, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru dalam mengembangkan ekonomi desa. Dengan legalitas yang telah dimiliki, dukungan pemerintah kalurahan, serta berbagai potensi usaha yang terus tumbuh, Bumkal Maju Bersama memiliki peluang besar menjadi contoh pengelolaan badan usaha desa yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Gunungkidul.

Ketika potensi lokal dikelola dengan manajemen yang baik dan semangat gotong royong tetap dijaga, desa tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang membawa kesejahteraan bagi warganya. Itulah semangat yang sedang dibangun Bumkal Maju Bersama Kalurahan Sidoharjo bergerak bersama, tumbuh bersama, dan maju bersama. (Red)

__Terbit pada
Juli 7, 2026
__Kategori
News