POLSEK TEPUS GUNUNGKIDUL KAWAL NYADRAN SEDEKAH LAUT DI PANTAI SUNDAK, TRADISI LELUHUR BERLANGSUNG AMAN DAN PENUH MAKNA
Gunungkidul TV – Pagi yang cerah di kawasan Pantai Sundak, Kapanewon Tepus, Selasa (07/07/2026), menghadirkan suasana yang berbeda. Debur ombak yang berpadu dengan semilir angin laut menjadi saksi berkumpulnya masyarakat dalam tradisi Nyadran Sedekah Laut, sebuah warisan budaya yang terus dijaga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan.
Di tengah khidmatnya prosesi adat, kehadiran personel Polsek Tepus memberikan rasa aman sekaligus mempererat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Sejak pukul 09.00 WIB, jajaran Polsek Tepus melaksanakan patroli serta sambang warga yang dipusatkan di kawasan Pantai Sundak. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, S.Pd., bersama personel Aiptu Wawan, Aiptu Pardi, Aipda Gatot, dan Aipda Suharyono. Selain melakukan patroli dialogis, petugas juga melaksanakan pengamanan selama berlangsungnya rangkaian tradisi Nyadran Sedekah Laut.
Bagi masyarakat pesisir, Nyadran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol penghormatan terhadap alam, bentuk rasa syukur atas hasil laut, serta doa bersama agar para nelayan senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan dalam mencari nafkah. Tradisi ini juga menjadi ruang berkumpulnya warga lintas generasi untuk memperkuat nilai gotong royong dan melestarikan budaya lokal.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan budaya seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Melalui patroli humanis dan pengamanan yang dilakukan secara persuasif, masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kekeluargaan. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di kawasan Pantai Sundak berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Tidak hanya memastikan keamanan, personel Polsek Tepus juga berinteraksi dengan warga sebagai wujud pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.
Tradisi yang terjaga, masyarakat yang kompak, serta dukungan aparat keamanan menjadi bukti bahwa kearifan lokal dan keamanan dapat berjalan beriringan. Nyadran Sedekah Laut di Pantai Sundak kembali menjadi pengingat bahwa budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga menjadi perekat persatuan dan identitas masyarakat Gunungkidul. (Red)

