KADER KB SIDOHARJO TEPUS DAN PERJUANGAN SUNYI MENJAGA MASA DEPAN KELUARGA GUNUNGKIDUL
Gunungkidul TV – Di balik suasana tenang pesisir selatan Gunungkidul, denyut pelayanan masyarakat terus bergerak melalui tangan-tangan sederhana para kader keluarga berencana, Jumat pagi (22/05/2026) di Balai Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, kembali menjadi ruang pertemuan penting bagi puluhan perempuan tangguh dari berbagai padukuhan yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan keluarga di tingkat akar rumput.
Sejak pagi, satu per satu kader KB berdatangan. Ada yang menempuh perjalanan dari Prigi, Klepu, Jati, Bengle, hingga Pulekulon. Dipimpin langsung Lurah Sidoharjo Tepus Evi Nurcahayani bukan sekadar undangan rapat koordinasi, melainkan membawa semangat pengabdian yang selama ini jarang tersorot publik.

Pertemuan yang digelar Pemerintah Kalurahan Sidoharjo tersebut diikuti oleh 63 peserta yang terdiri dari Koordinator PPKBD, Sub PPKBD, hingga Kader Kelompok KB dari berbagai padukuhan. Agenda utama berupa rapat koordinasi sekaligus penyaluran insentif alokasi bulan Mei menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pelayanan keluarga berencana di tingkat kalurahan. Di tengah berkembangnya tantangan sosial dan ekonomi masyarakat, peran kader KB kini tidak lagi sebatas urusan pendataan keluarga atau penyuluhan program pemerintah. Mereka telah menjelma menjadi sahabat warga, pendamping ibu rumah tangga, hingga penyambung informasi kesehatan keluarga di lingkungan masing-masing.
Wastiyem dari Padukuhan Prigi, misalnya, menjadi salah satu sosok yang rutin mendampingi kegiatan masyarakat terkait kesehatan keluarga. Hal serupa juga dilakukan para kader lain seperti Ika Noviana dari Bintaos, Suharti dari Jati, Ana Suryani dari Bengle II, hingga Suwarni dari Pulengundes II. Meski bekerja di balik layar, kontribusi mereka nyata dirasakan masyarakat.
Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Di sela koordinasi program, para kader juga saling berbagi pengalaman tentang dinamika pendampingan keluarga di wilayah masing-masing. Ada cerita tentang pentingnya edukasi kesehatan reproduksi, tantangan mendampingi pasangan usia subur, hingga upaya menjaga ketahanan keluarga di tengah derasnya arus digital dan perubahan pola hidup masyarakat.
Pemerintah Kalurahan Sidoharjo menilai keberadaan kader KB menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembangunan manusia di tingkat lokal. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari ketahanan keluarga dan kualitas generasi yang tumbuh di tengah masyarakat.

Penyaluran insentif yang dilakukan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para kader yang selama ini bekerja dengan penuh ketulusan. Nilainya mungkin tidak besar, namun semangat pengabdian yang mereka tunjukkan jauh melampaui angka nominal.
Di sudut Balai Kalurahan Sidoharjo pagi itu, tampak jelas bahwa pembangunan desa sesungguhnya tidak selalu lahir dari proyek besar atau gedung megah. Kadang, ia tumbuh dari ruang pertemuan sederhana, dari percakapan hangat para kader, dan dari ketulusan perempuan-perempuan desa yang setiap hari menjaga harapan keluarga Indonesia tetap menyala.








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.