SMAN 2 PLAYEN GUNUNGKIDUL GELAR FORUM KONSULTASI PUBLIK, DORONG LAYANAN PENDIDIKAN LEBIH TRANSPARAN DAN BERKUALITAS
Gunungkidul TV – Siang hari yang hangat di kawasan Jalan Wonosari-Jogja tepatnya di Kalurahan Logandeng Playen langkah-langkah kecil menuju perubahan besar mulai dirajut.
Bertempat di aula lantai 2 SMA Negeri 2 Playen, suasana terasa lebih dari sekadar pertemuan formal. Di sinilah SMA Negeri 2 Playen menggelar Review Forum Konsultasi Publik (FKP), Selasa (28/04/2026), sebuah ruang terbuka yang mempertemukan gagasan, harapan, dan komitmen bersama demi pendidikan yang lebih baik.

Forum ini bukan sekadar agenda rutin. Ia hadir sebagai jembatan antara sekolah dan masyarakat tempat di mana suara orang tua, guru, pemangku kepentingan, hingga tokoh masyarakat saling bertemu dan saling menguatkan. Sejak awal kegiatan, energi kolaborasi begitu terasa. Para peserta duduk berdampingan, tak hanya sebagai undangan, tetapi sebagai mitra dalam merumuskan arah layanan pendidikan ke depan.
Di tengah forum, gagasan demi gagasan mengalir. Forum Konsultasi Publik menjelma menjadi ruang dialog yang hidup tempat kebijakan diuji oleh realitas, dan rencana disempurnakan oleh pengalaman. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar jargon, melainkan prinsip yang benar-benar dihidupkan dalam setiap diskusi.
Kepala SMA Negeri 2 Playen, Muh Taufik Salyono, tampil dengan paparan yang menggambarkan arah gerak sekolah ke depan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga bagaimana sekolah membangun ekosistem yang utuh. “Berbagai program pengembangan terus kami lakukan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Termasuk pembangunan asrama putri, laboratorium kimia, ruang kelas baru, hingga pembenahan akses dan fasilitas parkir,” ungkapnya. Namun lebih dari sekadar pembangunan fisik, ada visi yang lebih dalam: menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan progresif. Sebuah lingkungan di mana setiap siswa diberi ruang untuk tumbuh, menemukan potensi, dan berkembang secara optimal.
Dalam forum tersebut, perhatian juga tertuju pada dokumen standar pelayanan yang menjadi fondasi utama penyelenggaraan layanan pendidikan. Dokumen ini tidak hanya menjadi pedoman internal, tetapi juga bentuk komitmen terbuka kepada publik. Setiap layanan dirancang dengan prinsip profesionalitas, efektivitas, dan efisiensi selaras dengan semangat tata kelola yang baik. Cakupan layanan yang dipaparkan pun cukup luas. Mulai dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), termasuk jalur Kelas Khusus Olahraga (KKO) bagi siswa berbakat, hingga layanan mutasi, legalisasi dokumen, dan akses informasi publik. Semua dirinci secara transparan mulai dari persyaratan, prosedur, waktu layanan, hingga biaya.
Tak kalah penting, sekolah juga menegaskan komitmennya terhadap keamanan data dan kualitas layanan. Bahkan, mekanisme pengaduan disiapkan sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran sebuah langkah penting dalam membangun kepercayaan. Kepastian layanan juga diperkuat dengan pengaturan waktu operasional yang jelas pada hari kerja. Hal sederhana, namun berdampak besar dalam memberikan kenyamanan dan kepastian bagi masyarakat.

Dari forum ini, satu hal menjadi terang: SMA Negeri 2 Playen tidak hanya sedang membangun sekolah, tetapi juga membangun kepercayaan. Kepercayaan bahwa pendidikan adalah kerja bersama antara sekolah dan masyarakat, antara kebijakan dan kebutuhan nyata.
Pada akhirnya, Forum Konsultasi Publik ini bukan hanya tentang mengevaluasi layanan, melainkan merawat harapan. Harapan akan hadirnya pendidikan yang tak hanya mencerdaskan, tetapi juga mengayomi. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh bersama, tempat masa depan dipersiapkan dengan lebih manusiawi dan bermakna. (Red)








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.