INSPIRATIF !! NENGAH RATA TELITI PANTAI KRAKAL GUNUNGKIDUL HINGGA RAIH GELAR MAGISTER MANAJEMEN KAMPUS UNIVERSITAS DYANA PURA BALI

Gunungkidul TV – Di sebuah ruang kelas yang tenang di lingkungan Universitas Dhyana Pura, tepatnya di ruang C.3.6 Fakultas Bisnis dan Pariwisata, Kamis siang (23/4/2026), perjalanan akademik panjang itu akhirnya menemukan titik terang. Di sanalah, I Nengah Rata Artana berdiri, mempertahankan gagasannya tentang masa depan pariwisata pesisir sebuah karya yang lahir dari perpaduan teori, pengalaman, dan ketekunan.

Tesis berjudul Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Alam Pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta menjadi fokus ujian yang berlangsung hampir dua jam. Dengan penuh keyakinan, ia memaparkan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji yang dipimpin Gusti Ngurah Jokoadinegara, bersama I Gusti Bagus Rai Utama dan Christimulia Purnama Trimurti. Diskusi berjalan dinamis tajam namun konstruktif dengan sejumlah catatan revisi minor yang menjadi penyempurna karya ilmiah tersebut.

Gb. Papan Pantai Krakal Gunungkidul
Gb. Papan Pantai Krakal Gunungkidul

Di balik suasana akademik yang formal, tersimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Empat semester dijalani dengan disiplin, hingga akhirnya sampai pada momen penentuan. Mata yang sempat berkaca-kaca menjadi saksi betapa perjalanan ini bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga perjalanan batin. “Selama kita hidup, kita harus terus belajar,” tuturnya pelan, namun penuh keyakinan. Baginya, pendidikan bukan hanya soal gelar, melainkan proses panjang memahami kehidupan baik melalui jalur formal, pengalaman lapangan, maupun interaksi sosial.

Pilihan meneliti Pantai Krakal di Kabupaten Gunungkidul, yang berjarak cukup jauh dari Bali, bukan tanpa alasan. Ia menegaskan komitmennya pada Tri Dharma Perguruan Tinggi: mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Baginya, lapangan adalah ruang belajar yang sesungguhnya tempat teori diuji, dan realitas berbicara.

Dari hamparan pasir putih dan debur ombak Pantai Krakal, ia merumuskan strategi pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Hasil risetnya tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dirancang untuk bisa diimplementasikan memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, pelaku wisata, hingga pengelola destinasi. Ke depan, ia berkomitmen membawa hasil penelitiannya kembali ke lapangan. Sebuah langkah yang jarang, namun penting—menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Bagi Nengah Rata, tesis bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.

Di sisi lain, suasana kampus Universitas Dhyana Pura yang hijau, sejuk, dan jauh dari hiruk pikuk kota turut menjadi latar yang mendukung proses belajar. Lingkungan yang kondusif ini menjadi saksi lahirnya gagasan-gagasan yang tak hanya ilmiah, tetapi juga solutif.

Di akhir perjalanannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun kuat khususnya bagi generasi muda: teruslah belajar, tekun bekerja, dan jangan ragu mengejar pendidikan setinggi mungkin. Karena dari proses itulah, masa depan yang lebih baik perlahan dibangun.

Sebuah kisah yang tidak hanya tentang kelulusan Magister Manajemen, tetapi juga tentang semangat belajar tanpa henti dan keberanian membawa ilmu kembali ke masyarakat. (Red)

__Terbit pada
April 24, 2026
__Kategori
News