GUNUNGKIDUL BERGELORA !! MILAD PEMUDA MUHAMMADIYAH KE-94 TAHUN HADIRKAN AGENDA KREATIF DAN INSPIRATIF
Gunungkidul TV – Pemuda Muhammadiyah di Gunungkidul kembali menunjukkan denyut gerakan anak muda yang aktif, kreatif, dan penuh semangat kolaborasi.
Memperingati Milad ke-94, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Gunungkidul menghadirkan rangkaian kegiatan bertajuk Semarak Milad Pemuda Muhammadiyah sepanjang Mei 2026. Bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi, agenda ini dirancang menjadi ruang silaturahmi, pengembangan kapasitas, hingga panggung ekspresi generasi muda Muhammadiyah di Bumi Handayani.

Mulai dari turnamen olahraga, pelatihan public speaking, dialog aspirasi pemuda, kompetisi video kreatif, hingga peringatan KOKAM Day, seluruh rangkaian kegiatan diproyeksikan mampu menghidupkan semangat kebersamaan anak muda Muhammadiyah lintas kapanewon di Gunungkidul.
Dibuka dengan Trofeo di Stadion Gelora Handayani
Rangkaian semarak milad dimulai Ahad (03/05/2026) melalui kegiatan Trofeo PDPM #2 yang digelar di Stadion Gelora Handayani. Atmosfer kompetisi persahabatan ini menjadi magnet tersendiri bagi kalangan muda. Tidak hanya menjadi ajang olahraga, trofeo tersebut juga menjadi ruang mempererat ukhuwah antar kader dan komunitas. Sepak bola dipilih bukan tanpa alasan. Di Gunungkidul, olahraga ini menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan banyak kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga aktivis organisasi kepemudaan.
Kegiatan perdana ini diikuti tiga tim dari pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Gunungkidul yang mewakili zona utara, timur, dan selatan. Total terdapat sekitar 70 kader Pemuda Muhammadiyah yang turut ambil bagian dalam ajang persahabatan tersebut. Atmosfer pertandingan dipenuhi semangat sportivitas dan kebersamaan antar kader muda Muhammadiyah dari berbagai wilayah. Tidak hanya menjadi ajang olahraga, trofeo tersebut juga menjadi ruang mempererat ukhuwah, membangun solidaritas, sekaligus memperkuat jaringan kepemudaan di Bumi Handayani.
Pelatihan Pranotocoro, Mencetak Generasi Muda Gunungkidul Berani Bicara Bahasa Jawa
Kegiatan selanjutnya besok Sabtu (09/05/2026), PDPM Gunungkidul akan menggelar Pelatihan Pranotocoro PCPM se-Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi langkah menarik di tengah era digital, ketika kemampuan berbicara di depan publik semakin dibutuhkan. Anak muda tidak hanya dituntut aktif di media sosial, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan secara elegan, santun, dan berpengaruh.
Pelatihan pranotocoro atau pembawa acara berbahasa Jawa tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Nuansa tradisi dan semangat anak muda akan berpadu dalam satu panggung yang unik dan khas Gunungkidul.
Jaring Aspirasi Pemuda, Suara Anak Muda Naik ke Tingkat Nasional
Masih di hari yang sama, Sabtu (09/05/2026) PDPM Gunungkidul direncanakan juga akan menggelar Jaspirda atau Jaring Aspirasi Pemuda bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Forum ini dipandang sebagai ruang penting bagi generasi muda untuk menyampaikan ide, keresahan, dan harapan terkait pembangunan daerah maupun masa depan kepemudaan.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap partisipasi anak muda dalam pembangunan bangsa, kegiatan seperti ini dinilai mampu membuka ruang dialog yang lebih sehat dan produktif. Tidak sedikit kalangan muda yang kini mulai sadar bahwa perubahan tidak cukup hanya lewat unggahan media sosial, tetapi juga perlu diwujudkan melalui forum aspirasi nyata.
Lomba Video Kreatif, Sejarah Pemuda Muhammadiyah Dikemas Kekinian
Semangat kreatif anak muda kembali terasa pada Kamis (14/05/2026) melalui lomba video profil PCPM dan video sejarah Pemuda Muhammadiyah se-Gunungkidul. Agenda ini diprediksi menjadi salah satu kegiatan paling menarik perhatian publik digital. Di era konten pendek dan budaya visual, sejarah organisasi kini tidak lagi hanya disimpan dalam arsip atau buku, tetapi juga dikemas dalam format video kreatif yang lebih dekat dengan generasi muda. Melalui lomba ini, kader muda didorong mengenalkan sejarah perjuangan Pemuda Muhammadiyah dengan gaya yang segar, informatif, dan berpotensi viral di media sosial.
Rangkaian Milad Ditutup dengan KOKAM Day
Rangkaian milad Pemuda Muhammadiyah akan ditutup pada Ahad (31/05/2026) melalui peringatan KOKAM Day. Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dikenal sebagai salah satu elemen kepemudaan Muhammadiyah yang aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, kebencanaan, hingga pengamanan. Momentum KOKAM Day menjadi simbol kesiapsiagaan, solidaritas, dan semangat pengabdian anak muda Muhammadiyah untuk masyarakat.
Ketua PDPM Gunungkidul, Agung Supriyadi, menyampaikan bahwa Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah menjadi refleksi perjalanan panjang gerakan kepemudaan Islam yang konsisten hadir dalam dakwah, pemberdayaan umat, serta perjuangan kebangsaan. “Di usia yang semakin matang, ia berharap Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul terus tumbuh sebagai organisasi yang progresif, solid, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri gerakan Islam berkemajuan,“ kata Agung Supriyadi saat dihubungi jurnalis Gunungkidul TV.
Menurutnya, milad bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat ideologi, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan kualitas kader. Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul diharapkan mampu melahirkan kader yang berintegritas, berilmu, berakhlak, serta aktif hadir di tengah masyarakat melalui gerakan dakwah, sosial, ekonomi, maupun kepemudaan. Ia juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari krisis moral, derasnya arus digitalisasi, hingga persoalan sosial masyarakat. Dalam situasi tersebut, Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan yang membawa nilai-nilai pencerahan. “Harapannya, Milad ke-94 ini menjadi titik penguat bagi seluruh kader untuk terus menjaga semangat fastabiqul khairat, memperkokoh loyalitas terhadap persyarikatan, serta menghadirkan gerakan yang nyata dan berdampak,” ujarnya.

Energi Baru Anak Muda Gunungkidul
Semarak Milad ke-94 tahun Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan masih memiliki ruang besar untuk tumbuh dan relevan di tengah perubahan zaman. Di saat banyak anak muda identik dengan budaya instan dan dunia digital yang serba cepat, gerakan seperti ini menghadirkan wajah lain generasi muda: aktif bergerak, kreatif berkarya, menjaga budaya, sekaligus peduli terhadap masa depan daerah.
Gunungkidul pun kembali membuktikan dirinya bukan hanya kaya destinasi wisata alam, tetapi juga kaya energi anak muda yang terus bergerak membangun komunitas dan peradaban. (Red)








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.