TMMD GUNUNGKIDUL KE-128 DITUTUP DI JATIAYU, SEMANGAT GOTONG ROYONG BANGUN DESA BERGEMA DARI KARANGMOJO
Gunungkidul TV – Suasana Lapangan Pengkol, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten, Kamis pagi (21/5/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga, aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat berkumpul dalam satu semangat kebersamaan pada Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Sengkuyung Tahap II Tahun 2026.
Dengan mengusung tema TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian lintas sektor yang selama satu bulan terakhir menyatu bersama masyarakat desa. Upacara yang berlangsung sejak pukul 09.15 WIB itu dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, selaku Inspektur Upacara. Sekitar 400 peserta hadir mengikuti jalannya kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh nuansa kekeluargaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati, Ketua DPRD Gunungkidul, Kapolres Gunungkidul, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, unsur TNI-Polri, para lurah se-Karangmojo, hingga tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Di bawah langit cerah Karangmojo, amanat penutupan TMMD dibacakan dengan penuh penekanan pada pentingnya desa sebagai fondasi pembangunan bangsa. Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan bahwa pembangunan desa bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi masa depan demi pemerataan kesejahteraan masyarakat. “Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang,” demikian pesan yang menguat dalam amanat tersebut.
TMMD sendiri bukan hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, saluran irigasi, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Program ini juga menyentuh sisi sosial masyarakat melalui renovasi rumah tidak layak huni, pembangunan jambanisasi, penyediaan air bersih, penghijauan lingkungan, hingga penyuluhan dan edukasi kepada warga. Di balik suara alat berat dan deru kendaraan proyek selama sebulan terakhir, ada semangat gotong royong yang kembali hidup di tengah masyarakat. TNI, Polri, pemerintah daerah, pemuda, pelajar, hingga warga desa bekerja berdampingan tanpa sekat.
Kebersamaan itulah yang menjadi ruh utama TMMD. Program yang digelar serentak di wilayah Kodam IV/Diponegoro ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari kota besar. Justru dari desa-desa seperti Jatiayu, harapan tentang Indonesia yang lebih merata mulai dibangun perlahan namun pasti. Tak hanya membangun fasilitas, TMMD juga meninggalkan nilai moral tentang pentingnya persatuan dan kepedulian sosial. Di tengah zaman yang serba digital dan individual, budaya sambatan dan kerja bakti kembali menemukan momentumnya.

Bupati bersama jajaran Forkopimda tampak mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai simbol selesainya program pembangunan serta ramah tamah bersama masyarakat. Wajah-wajah warga terlihat sumringah. Sebab bagi mereka, TMMD bukan hanya soal pembangunan jalan atau fasilitas baru. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan rasa diperhatikan, didengar, dan diajak berjalan bersama membangun desa.
Karangmojo pagi itu seolah mengirim pesan sederhana namun kuat: ketika negara hadir hingga ke desa, harapan masyarakat pun tumbuh lebih nyata. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Red)








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.